PRINGSEWU (Lampost.co) -- Setelah kurang lebih tiga tahun mangkrak dan tak terurus, akhirnya bangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kompleks Perkantoran Pringsewu diresmikan penggunaannya. Peresmian penggunaan Rusunawa di tandai dengan penyerahan kunci secara simbolis kepada perwakilan ASN. Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekkab Johndrawadi, Jumat (16/8/2019).

Wisma Pringsewu ini dibangun oleh pemerintah pusat melalui Satker Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, dengan model 1 twin tower dengan 5 lantai, dengan jumlah hunian seluruhnya 114 unit dengan luas masing-masing ruangan 24 meterpersegi.



Turut hadir pada kesempatan tersebut, Inspektur Kabupaten Pringsewu Endang Budiati, Kadis PUPR Andi Purwanto, serta beberapa kepala OPD lainnya. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Johndrawadi, mewakili Bupati Pringsewu Sujadi berharap dengan mulai dihuninya Rusunawa ini dapat menunjang dan meningkatkan efektifitas kinerja ASN, khususnya yang menghuni Rusunawa tersebut.

Menurutnya tinggal di hunian dengan bangunan vertikal tentu berbeda dengan tinggal di rumah biasa pada umumnya. Salah satunya adalah sikap toleransi, simpati maupun empati yang tinggi antar sesama penghuni. "Selain itu menjaga kebersihan, keamanan dan kerapian fasilitas penunjang baik di dalam maupun di luar area Rusunawa juga menjadi tanggung jawab bersama sebagai penghuni agar tercipta kenyamanan bersama," ujarnya.

Pihaknya meminta Dinas PUPR setempat agar terus  berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses kepengurusan hibah dan penerbitan Peraturan Bupati terkait Rusunawa ini dapat segera terselesaikan, sehingga ada payung hukum yang jelas dalam pengelolaannya, sekaligus menghasilkan PAD Kabupaten Pringsewu dari sektor hunian.

Pantauan Lampost.co di lapangan, Rusunawa ini di bangun sekitar tiga tahun lalu. Sebelum dihuni seperti saat ini kondisi bangunan kumuh banyak fasilitas penunjang yang rusak dan tembok tampak retak. Sekitar bangunan juga terlihat kumuh dan penuh rumput. Sedangkan dalamnya tampak sangat kotor. Kondisi ini sempat menjadi perhatian Wakil Bupati Prinhsewu Fauzi, agar segera dicarikan solusinya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR