BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tiga tersangka spesialis pembobol sekolahan dan rumah, serta seorang penadah dibekuk Satreskrim Polresta Bandar Lampung, pada Rabu (7/11) malam di sekitar wilayah panjang.

Para pelaku yakni, MRF(25),  NS (29), warga Palembang yang mengontrak di daerah Panjang, De (29) warga Panjang, dan  AA (24) warga Panjang yang menjadi penadah.



Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, Kamis (8/11/2018) mengatakan, total sudah ada sekitar 20 lokasi yang sudah digasak para pelaku.
Ada lima sekolah yang dibongkar pelaku, dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan yakni, SMPN 3 Bandar Lampung, SMK Utama 2 Bandar Lampung, SMPN 23 Bandar Lampung, SD Xaverius Telukbetung, dan SD Xaverius Panjang.

Kemudian lokasi lainnya, yakni salah satu bengkel di wilayah Panjang, dan 14 rumah lainnya juga di daerah Panjang.

"Jadi kita amankan di kontrakan dan kediaman para pelaku, lalu si penadah kita tangkap juga," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (8/11/2018).

Modus yang digunakan pelaku dengan memantau sekolah yang sedang libur, atau rumah dalam keadaan kosong menggunakan obeng, pisau, kunci inggris, gunting, cutter, dan pisau.

"Mereka ini mantau dulu, kemudian mulai beraksi dari jam 4 sore, sampai jam 10 malam," kata Harto.

Dalam beraksi, mereka bisa mendapatkan uang, beberapa unit laptop, hingga kamera yang mereka temukan di lokasi kejadian.

Selain itu, dua pelaku merupakan Residivis De seorang residivis judi, dan AA residivis kasus jambret.

"MRF itu pelaku utama atau otaknya, mereka ini kolaborasi, dengan pelaku asal Palembang yang memang spesialis pelaku Curat dan, dan warga Lampung yang paham lokasi," kata Kasatreskrim.

Sementara MRF mengatakan mereka beraksi dengan memantau lokasi yang hendak dibongkar terlebih dahulu. Para pelaku menuju lokasi dengan cara naik angkot, sambil memantau kondisi.

"Jadi saya di dalem, kawan berdua beraksi di Luar jaga, saya pake obeng dan kunci Inggris, Laptop dan benda-benda lainnya yang ada seperti kamera kami ambil," kata pelaku.

Selain menjual ke penadah yang juga teman mereka, beberapa hasil jarahnnya juga dijual lewat Facebook. "Uangnya kami pakai buat foya-foya, mabuk dan lainnya," kata pelaku.

Pelaku teranca, dijerat dengan pasal 363 KUHP Tentang Curat, dengan ancaman pidana. 7 tahun penjara.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR