JAKARTA (Lampost.co)--Ratusan karywan PT Meikarta gelar unjuk rasa menuntut gaji yang belum dibayarkan selama hampir tiga bulan. Demonstrasi karywan ini akan dilakukan pada dua lokasi berbeda.

Berdasarkan pemantauan, para pegawai PT. Meikarta dan PT. Baladhika Karya Raharja selaku perusahaan pembangunan proyek mega Meikarta melakukan unjuk rasa di depan Galery Meikarta jalan OC Boulevard Utara, Lippo Cikarang, Bekasi, Senin (16/4/2018) siang. Lokasi ke dua di PT. Baladhika Karya Raharja jalan Sahid Raya – Cikarang, Bekasi.
"Kami menuntuk hak kami yang hampir tiga bulan belum dibayarkan dan janji komisi yang tak pula diberikan," ujar perwakilan Karywan Meikarta, Yunita Puspita, Senin (16/4/2018).
Aksi unjuk rasa ini dilakukan para pegawai dengan long march menuju lokasi permintaan hak mereka. Yunita mengatakan, para karywan juga menuntut agar Presiden of Sales Meikarta Fery Tahir segera diturunkan. “Pecat Fery Tahir dan hapus amandemen yang tak jelas ini, sebab ini sangat merugikan kami selaku karyawan aktif," kata dia.
Menanggapi hal ini, Direktur Komunikasi Publik Lippo Group, Danang K Jati, menyampaikan Meikarta sebagai institusi swasta memiliki aturan internal sendiri dalam hal gaji serta komisi penjualan, yang semuanya ditentukan oleh kinerja masing-masing marketing. Pihaknya konsisten dalam memberikan hak berupa gaji serta apresiasi kepada Team Marketingnya berupa komisi penjualan.
“Apa yang dilakukan oleh Meikarta, tentu sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada,” ujar Danang.
Namun, kata dia, Menganai claim komisi penjualan, pihaknya membutuhkan waktu. Sebab, dengan jumlah tenaga Marketing begitu banyak, pihaknya harus verifikasi data dan lain-lain.
Data dari Team Finance kami mencatat, lanjut dia, sampai dengan saat ini tidak ada komsi penjualan yang belum kami bayarkan ke yang berhak. Saat ini tinggal untuk bulan April. “Bulan April masih berjalan, dan kami close di tanggal 28 besok,” kata dia. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR