PANARAGAN (lampost.co) --- Sebanyak 284 pendekar pencak silat usia dini, pra remaja dan remaja bersama sama membacakan janji pesilat sebelum mereka mulai berlaga dalam event kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) yang di gelar di aula besar gudang sesat agung Budi Gayo, Panaragan jaya kecamatan Tulangbawang Tengah, Senin (24/9/2018).

Pembacaan janji pesilat dan janji juri disaksikan oleh asisten dua Syakieb Arsalan, ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pengprov Lampung, Sena Adhi Witarta, dan sejumlah pejabat daerah dan pengurus IPSI Tubaba.



Dalam sambutannya, Sena Adhi Witarta, berharap event kejuaraan tingkat kabupaten ini dapat menjadi pemersatu antar perguruan pencak silat yang ada di kabupaten Tubaba untuk meningkatkan prestasi nya.

"Semoga hari yang membanggakan ini merupakan keberkahan bagi IPSI Tubaba untuk menorehkan tinta emas prestasi nya bagi kabupaten yang kita banggakan ini," ujarnya, saat memberikan sambutan dalam pembukaan kejuaraan pencak silat tersebut.

Kepada peserta khusus nya wasit,  ketua IPSI Lampung berharap, untuk menjaga netralitas saat memimpin pertandingan pencak silat yang diikuti oleh sejumlah perguruan pencak silat yang ada di kabupaten Tubaba ini.

"Kita harus bermain bersih, jika ada wasit yang pro dengan perguruan nya maka hari ini juga akan kita keluarkan, pendekar pencak silat harus menegakkan peraturan dan menjaga etika pencak silatnya," ujar pemimpin perguruan Garuda putih tersebut.

Sementara itu ketua pelaksana kegiatan, Arifin, dalam laporan nya mengatakan, kompetisi akan berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (24-25/9), yang diikuti oleh 284 peserta dengan tujuan untuk pengembangan minat dan bakat sekaligus melestarikan pencak silat dikalangan pelajar di kabupaten Tubaba.

"Saya mau menyampaikan permintaan dari seluruh perguruan pencak silat, bahwa kami ingin di setiap peringatan HUT Tubaba dapat di adakan event seperti ini, agar kami di partisipasi kan dalam pembangunan di kabupaten Tubaba," kata Arifin.

Mewakili Bupati Umar Ahmad yang, Syakib Arsalan, mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut  dan berharap event tersebut menjadi ajang strategi dalam pengembangan seni budaya khususnya bela diri dikalangan pelajar di bumi ragem sai mangi wawai.

" Semoga ini dapat meningkatkan aspek mental spiritual, seni budaya, beladiri, dan olahraga. Untuk para peserta kami berharap dapat mengedepankan rasa sportifitas, sehingga akan muncul atlit atlit yang kita banggakan," ujarnya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR