BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejak dicanangkan pada 1 Agustus, imunisasi MR di Lampung telah diikuti oleh 276.223 anak atau 12% dari target sasaran 2.237.041 anak hingga Jumat (3/8/2018). Di tengah pro dan kontra di masyarakat, pemberian imunisasi MR terus dilakukan bagi kalangan yang bersedia mengikuti program nasional itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan vaksin Campak dibuat dari virus hidup yang dilemahkan. Saat disuntikkan kepada manusia, virus yang sudah lemah itu tidak cukup kuat untuk menimbulkan penyakit. Virus tersebut hanya untuk untuk membentuk kekebalan dalam tubuh atau antibodi.



"Vaksin Campak Rubella tidak dibiakkan di babi,” kata Reihana, akhir pekan lalu. Vaksin campak dibuat dengan menanam virus di embrio janin ayam yang steril, kemudian dibiakkan. Sementara vaksin Rubella dibiakkan di sel punca atau stem sell manusia yaitu plasenta.

"Kami tetap menjalankan kampanye imunisasi MR di semua kabupaten/kota. Kami tetapi melayani siapa yang mau. Bagi yang menolak, kami tidak memaksa," kata dia. Yang menjadi bahan pertimbangan, lanjut dia, aalah penyakit Campak dan Rubella sangat berbahaya. Virus Rubella dapat menyebabkan kematian ataupun kelainan perkembangan janin apabila diderita oleh wanita hamil.

Hingga Jumat (3/8/2018), data imunisasi MR di Lampung telah diikuti oleh 276.223 anak dari target sasaran 2.237.041 anak. "Laporan Mesuji belum masuk karena baru dicanangkan 3 Agustus," kata Reihana.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR