BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemeriksan 26 saksi perkara kasus suap gratifikasi pinjaman dana PT. SMI senilai Rp9,6 miliar yang menyeret Bupati Lampung Tengah Mustafa telah usai dilakukan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini diungkapkan Sopian Sitepu selaku Kuasa Hukum Mustafa saat ditemui di PN Tanjungkarang Selasa (26/6/2018).

Sopian Sitepu mengatakan dari sekian saksi yang telah dimintai keterangan, dia tetap meyakini bahwa kliennya tidak bersalah. Bahkan menurut dia, uang yang diberikan kepada DPRD Lampung Tengah tersebut, kliennya (Mustafa) tidak memahaminya.



"Seperti yang saya katakan semula, bahwa pak Mustafa itu tidak mengerti persoalan uang tersebut. Bahwa semua itu otoritas penuh kebijakan Dinas PUPR Lampung Tengah," kata Sopian.

Kemarin, kata Sopian, saksi-saksi menjelaskan terutama Erwin Mursalim mengatakan semua kebijakan atau keputusan mengambil uang dari pemborong  dan juga penerimaan-penerimaan dari pengusaha selanjutnya diserahkan ke DPRD adalah keputusan kepala Dinas PUPR dan Mustafa tidak ada keterlibatan di dalamnya.

"Untuk saat ini ada 26 saksi yang dimintai keterangan termasuk anggota dewan. Minggu depan yang dihadirkan saksi peringan bersama saksi ahli, selanjutnya 9 Juli 2018 masuk sidang tuntutan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR