LIWA (Lampost.co) -- Jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Lambar sejak kegiatan Operasi Patuh Krakatau 2019 dilaksanan hingga Minggu, 1 September 2019 sudah mencapai 250 kasus.

Kasatlantas Polres Lambar Iptu Ipran mendampingi Kapolres AKBP Doni Wahyudi mengatakan hingga H+4 kegiatan Operasi Patuh dilaksanakan kini jumlah pelanggaran lalu lintas yang ditemukan di wilayah hukum Polres Lambar, baik di Lambar maupun Pesisir Barat mencapai 250 kasus. "Antara Lambar dan Pesisir Barat kasus pelanggaran lalu lintas, jumlahnya hampir imbang akan tetapi Liwa yang lebih banyak," kata Ipran.



Pelanggaran yang paling banyak ditemukan yaitu pelanggaran kendaraan sepeda motor (R2) yaitu pengendara dibawah umur. Kemudian pelanggaran kedua yaitu pengendara tidak menggunakan helm.

Sementara pelanggaran untuk kendaraan roda empat (mobil) yang banyak ditemukan yaitu tidak mengenakan sefty belt R4. Ke-250 kendaraan itu ditilang. "Mereka yang didapati melakukan pelanggaran kita tilang," kata dia.

Terkait banyaknya kasus pelanggaran itu, kata Ipran, kedepan pihaknya akan lebih banyak melaksanakan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat maupun siswa-siswa di sekolah-sekolah.

Pihaknya juga mengimbau kepada para orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anaknya agar tidak membawa kendaraan bermotor karena masih dibawah umur. 

Ia berharap kerja sama dari para orang tua/masyarakat dengan cara tidak mengizinkan anaknya yang masih dibawah umur untuk membawa kendaraan sendiri. Hal ini untuk menegakkan peraturan lalu lintas serta demi keselamatan dalam berlalu lintas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR