BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sebanyak 25 orang calon siswa baru jalur siswa Bina Lingkungan (Biling) yang sebelumnya dinyatakan diterima dan telah melakukan daftar ulang di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 29 Bandar Lampung terpaksa pindah sekolah ke SMP Negeri 36 Bandar Lampung dengan alasan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah terpenuhi.

Hal ini menuai protes wali murid yang dipindahkan. "Pihak sekolah tidak adil lantaran anak yang telah dinyatakan diterima dan melakukan daftar ulang malah dipindahkan ke SMP Negeri 36 Bandar Lampung yang jaraknya lebih jauh dari rumah," kata Salah satu wali murid siswa SMP Negeri 29 Bandar Lampung, Jumat (12/7/2019).



Ia mengatakan ada 25 calon siswa baru yang dinyatakan diterima, tapi malah dipindahkan di sekolah lainnya. Padahal siswa tersebut sudah melakukan daftar ulang, namun dirinya mempertanyakan mengapa mendekati masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Senin (15/7/2019) malah dipindahkan ke SMP Negeri 36 Bandar Lampung.

"Kita menduga sekolah melakukan jual beli bangku. Pemberitahuan yang dilakukan pihak SMP Negeri 29 Bandar Lampung terkesan dadakan dan waktunya mepet," kata Warga Jalan Way Buru, Way Halim Bandar Lampung itu.

Saat dikonfirmasi Lampost.co, Kepala SMP Negeri 29 Bandar Lampung, Astuti membantah atas tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa dalam proses PPDB pihaknya tetap memprioritaskan siswa bina lingkungan sehingga ketika siswa yang mendaftar sesuai dengan zonasi serta masuk kriteria bina lingkungan, maka sekolahnya wajib menerima sesuai arahan dari Wali Kota Bandar Lampung. Ia menegaskan pihaknya telah melaksanakan PPDB sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Setelah menggelar rapat MKKS, ternyata SMP Negeri 36 Bandar Lampung kuotanya belum tercukupi sehingga 25 siswa bina lingkungan dipindah ke sekolah tersebut. Kuota memang sudah terpenuhi, karena menyediakan 132 kursi," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR