BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) bersama beberapa instansi diantaranya Dinas Perhubungan Lampung, Dishub kabupaten/kota, Jasa Raharja, dan Ditlantas Polda Lampung melakukan aksi bersih-bersih 240 marka jalan. Aksi dimulai dari Bundaran Radin Intan Hajimena hingga Terbanggi Besar, Lampung Tengah Selasa (13/8/2019).

Gerakan tersebut merupakan inisiasi Kementerian Perhubungan yang serentak dilakukan se Indonesia atau dinamakan Gerakan Nasional Aksi Bersih-Bersih Perlengkapan Lalulintas (Sipantas).



Plt. Kepala Dishub Lampung, Bambang Subonggo mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka menjaga aset negara dan memudahkan para pengguna jalan untuk melihat marka jalan. Ia berharap kegiatan membersihkan rambu jalan bisa mengurangi angka kecelakaan.

"Banyak rambu jalan yang kotor karena debu, tertutup pohon dan banner iklan, makan kita bersihkan, agar pengendara bisa lebih jelas melihat rambu-rambu lalulintas," kata dia.

Kepala BPTD Wilayah IV Bengkulu-Lampung, Rahman Sujana menambahkan bahwa aksi nasional membersihkan perlengkapan jalan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. "Dengan adanya perlengkapan jalan yang bersih dan jelas maka pengendara akan nyaman melewati jalan, sebab keselamatan masyarakat Lampung itu nomor satu. Kegiatan ini kami harap dapat terus berlanjut," ujarnya.

Ditlantas Polda Lampung Kasijemen Opsrek Kompol Sakimin mendukung sekali kegiatan tersebut guna menekan jumlah kecelakaan di jalan nasional maupun jalan provinsi.

Senada dikatakan Kepala Jasa Raharja Lampung, Suratno. Upaya tersebut harus dilakukan berkelanjutan guna memberikan kemudahan pengendara untuk melihat perlengkapan jalan sebagai petunjuk. "Pembersihan rambu-rambu lalin sangat efektif ya untuk mengurangi angka kecelakaan, " ujarnya.

Pantauan Lampost.co, petinggi dari berbagai instansi tersebut secara simbolik melakukan pembersihan marka jalan dari debu dengan lap basah. Kemudian, dilanjutkan oleh aksi petugas gabungan dari instansi bersama menyusuri jalan untuk membersihkan perlengkapan lalu lintas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR