JAKARTA (Lampost.co) -- Virnayanti, Ayu Agiswi, Sari, dan Sita berhasil menggenapi misi tim Ekspedisi Polwan. Mereka berhasil menapaki puncak tertinggi Indonesia, Carstensz Pyramid pada pukul 11.00 WIT, Minggu 20 Agustus 2017 dengan didampingi 4 pelatih ekspedisi, yakni Ardhesir Yaftebbi, Noer Hoeda, Martin Rimbawan, dan Agus Saban.

Sebelumnya, 20 polwan secara bertahap juga berhasil menggapai Carstensz Pyramid pada ekspedisi yang dimulai pada awal Agustus.
 
Kloter terakhir pendakian ke puncak Carstensz kali ini memilih titik awal yang lebih dekat dari tebing awal mula pemanjatan.
 
Jika sebelumnya seluruh tim ekspedisi memilih basecamp utama di Bali Dump sebagai awal mula pergerakan menuju puncak, kali ini tim memilih Yellow Valley yang berketinggian 4.300 mdpl sebagai titik awal.
 
Hal tersebut tentu lebih memudahkan bagi tim karena memungkinkan untuk menyimpan ekstra tenaga terlebih dahulu, disebabkan jarak Yellow Valley-Carstensz Pyramid yang lebih dekat dibandingkan jarak Bali Dump-Carstensz Pyramid. Namun, pilihan ini membutuhkan waktu lebih lama karena tim mesti bermalam terlebih dahulu di Yellow Valley setelah tiba dari Bali Dump.
 
Berangkat dari Yellow Valley pada pukul 06.30 WIT, tim sempat dihadang cuaca buruk, mulai dari hujan air hingga hujan es. "Jari-jari tangan sempat mati rasa karena dingin. Mereka berempat pun sampai harus menghentak-hentakan kaki agar es yang menempel di sepatu terkelupas dan pijakan menjadi tidak licin," jelas Ardhesir.
 
Keberhasilan 24 polwan anggota ekspedisi menggapai Carstensz Pyramid merupakan sejarah baru bagi Polri, karena itu pertama kalinya polwan menginjakkan kaki di titik tertinggi Indonesia.
 
"Ekspedisi ini pun membuktikan bahwa polwan yang selama ini dianggap sebagai warga kelas 2 di Polri memiliki fisik yang tidak kalah dengan laki-laki. Polwan bukan lagi sebagai bunga penghias Polri," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat melepas tim Ekspedisi Polwan di basecamp pendakian di Bali Dump, Sabtu (12/8).

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR