BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anjungan Kabupaten Lampung Timur meramaikan kegiatan Pekan Raya Lampung (PRL) dengan menggelar lomba nyanyi khusus kecamatan, Rabu (14/8/2019) malam. Namun, dalam kegiatan itu pesertanya bukan diramaikan dari masyarakat yang terampil dalam bernyanyi, melainkan 24 camat yang beradu suara memperebutka juara sambil menghibur pengunjung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Timur, Takdirullah menjelaskan di hari ke-12 PRL itu, pihaknya menggelar lomba nyanyi khusus bagi 24 camat. Seluruh pimpinan kecamatan itu diuji kemahirannya dalam olah suara dan pengetahuannya terhadap lagu-lagu daerah.



"Lampung Timur ini masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis dan adat. Makanya, camat sebagai perangkat daerah yang lebih dekat dengan masyarakat harus bisa mengenal lagu daerah warganya," kata Takdir di sela-sela kompetisi di halaman anjungan.

Menurutnya, kegiatan itu juga bertepatan dalam menyambut hari ulang tahun ke-74 kemerdekaan RI. Untuk itu, pihaknya pun mengambil tema kebhinekaan. Artinya, dengan beragamnya adat dan suku yang berbeda-beda di Lampung Timur tetapi tetap menjunjung tinggi kerukunan dan persatuan. 

"Kami siapkan hadiahnya bagi juara 1, 2, dan 3 serta juara favorit berupa piala dan uang tunai. Kami berharap kegiatan PRL ini khususnya bagi anjungan Lamtim dapat terus membaik. Mudah-mudahan di 2019 ini juga anjungan kami dapat juara umum untuk tiga kali berturut sejak 2017," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pelaksana PRL Anjungan Lampung Timur, Edi Saputra mengatakan dalam meramaikan PRL, pihaknya melibatkan seluruh elemen pemerintahan, mulai dari organisasi perangkat daerah hingga tingkat kecamatan. Di tiap harinya, OPD dan seluruh kecamatan secara bergantian mengisi kegiatan di anjungan tersebut.

"Setiap hari seluruh kecamatan dapat bagian menggelar kegiatan, seperti tarian dan lomba nyanyi. Sehingga, pengunjung setiap hari dihibur dengan acara yang berbeda. Seluruh OPD pun turut mendukung, seperti pariwisata yang mempromosikan wisata kerang emas dan rumah adat desa warna yang ditetapkan sebagai desa wisata secara nasional.

"Dengan seluruh turut andil, maka semua sektor pun akan terpromosikan. Dengan begitu masyarakat dan investor dapat mengetahui potensi di Lampung Timur, sehingga tertarik untuk berinvestasi," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR