LIWA (Lampost.co) -- Sebanyak 21 Koperasi di Lampung Barat kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pembubaran dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Kabid koperasi dan UKM Dinas Koperindagpas Lampung Barat Ihtiwan mendampingi Kadis Hikami, Kamis 12 September 2019, mengatakan total koperasi di Lampung Barat sebanyak 153 unit.



Namun dari jumlah itu, yang dinyatakan aktif hanya 64 unit saja. Sedangkan 89 koperasi lainya tidak aktif.

"Koperasi yang tidak aktif itu akan dibubarkan secara bertahap dan tahun ini pembubaranya diusulkan sebanyak 21 koperasi," kata Ihtiwan.

Ke-89 koperasi yang tidak aktif itu, sebanyak 21 diantaranya kini tinggal menunggu SK pembubaran dari Kementerian Koperasi karena penetapan pembubaran dilaksanakan melalui SK Kementerian. Untuk berkas laporan dan usulan pembubaran telah disampaikan Juli lalu yang dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan. Usulan pembubaran itu disampaikan karena berdasarkan hasil verifikasi tim bahwa koperasi-koperasi itu sudah tidak aktif lagi bahkan pengurusnyapun sudah tidak jelas lagi.

"Ke-21 dari 89 koperasi yang tidak aktif itu akan dibubarkan dalam tahun ini namun pembubaran secara resminya masih menunggu SK dari Kementerian," tambah dia.

Menurutnya, pembubaran dilaksanakan secara bertahap karena menyesuaikan dengan kebutuhan anggaran dalam melaksanakan verifikasi.

Untuk koperasi yang tidak aktif lainya akan dibubarkan ditahun berikutnya setelah dilakukan verifikasi.

Adapun ke-21 koperasi yang saat ini tinggal menunggu SK pembubaran itu antara lain KUD Pajar Laksana Pekon Puralaksana Kecamatan Way Tenong. Kemudian koperasi Banda Mulya Pekon Sukapura Kecamatan Sumberjaya.

Koperasi KUD Karya Guna Pekon Tribudisyukur, Kecamatan Kebuntebu dan lain sebagainya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR