BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Pusat telah resmi mengalokasikan dana Rp10 Triliun guna memberikan gaji kepada pengangguran. Hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung belum menerima petunjuk teknis mengenai pendistribusian gaji pengangguran. 

Rencana pemberian gaji atau insentif bagi pengangguran direncanakan terealisasi pada januari 2020 mendatang. Hal ini dibuktikan dengan telah dialokasikannya dana sebesar Rp10 Triliun di APBN tahun depan.



Namun hingga saat ini petunjuk teknis pendistribusian gaji sebesar Rp300 hingga Rp500 ribu per bulan, belum juga diterima oleh pemerintah kota/daerah. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandar Lampung Wan Abdurrahman mengatakan untuk di Bandar Lampung sendiri jumlah pencari kerja yang terdata sebanyak 3.692 orang.

"Informasi mengenai kartu pra kerja memang sudah kita ketahui bersama. Namun secara kedinasan Pemkot belum menerima surat edaran ataupun mengenai petunjuk teknisnya. Bagaiamna pola pendistribusian gajin dan lain sebagainya," ujarnya beberapa hari lalu. 

Menurutnya, dari jumlah pencari kerja yang terdaftar pada Disnaker Kota. Dipastikan tidak seluruhnya memperoleh kartu prakerja itu nanti, sebab terdapat kriteria tersendiri bagi seorang yang belum bekerja untuk mendapatkan kartu. 

"Namun dipastikan tidak semuanya memperoleh kartu prakerja. Pemberian kartu diperuntukkan bagi pencari kerja guna meningkatkan kompetensi. Karena kalau informasinya ada kriteria dasar pendidikan yang bisa menerima, selama belum mendapatkan pekerjaan dibiayai oleh pemerintah," ungkapnya. 

Terakhir dirinya menerangkan. Syarat bagi pengangguran untuk memperoleh gaji dari pemerintah diantaranya, berusia minimal 18 tahun dan harus mendaftar di aplikasi yang disediakan oleh pemerintah. 

"Harus terdaftar dalam aplikasi dan kriteria umur minimal 18 tahun, artinya sudah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah atas, baru bisa masuk dalam kategori penerima kartu prakerja," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR