LIWA (Lampost.co) -- Guna mempersiapkan petani agar dapat mengikuti sistem pengambilan pupuk bersubsidi secara elektronik, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, 11-12 Juli 2018, melaksanakan sosialisasi sistem distribusi pupuk secara keliling ke kecamatan-kecamatan.

Kasubbag yang menangani pupuk di Dinas TPH Lambar Falent mendampingi Kadis Noviardi Kuswan, kemarin, mengatakan sosialisasi dilaksanakan keliling ke seluruh kecamatan. Dari 15 kecamatan baru Pagardewa dan Lumbok Seminung yang telah selesai. Sedangkan lainya dilaksanakan berikutnya.



Sosialisasi itu dilaksanakan dengan mengumpulkan seluruh pengurus  Gapoktan yang intinya adalah menyampaikan bahwa mulai 2019 pemerintah akan memberlakukan penyusunan Rencana Defenitip Kebutuhan Kelompok (RDKK) tentang kebutuhan pupuk bersubsidi, selain secara manual ditingkat petani juga akan dilaksanakan secara elektronik.

RDKK elektronik itu nantinya akan dikirim ke data base atau sistem server kementerian. Sebab itu setiap petani harus mencantumkan data NIK dan nama ibunya.

Dalam sosialisasi itu, kata dia, pihaknya menjelaskan tentang cara kelompok petani menyusun RDKK secara elektronik dan manual. Selain RDKK, juga disampaikan tentang kartu tani yang juga akan diberlakukan di 2019.

Dengan adanya rencana pemerintah memberlakukan kartu tani dan RDKK elektronik itu maka pihaknya menilai agar petani mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

Pengajuan RDKK secara eletronik bagi petani ini memiliki kelebihan yaitu lebih tepat sasaran. Sedangkan kekuranganya yaitu masih minimnya jaringan telekomunikasi untuk menjangkau desa-desa menjadi tantangan bagi petani.

Kendati demikian tidak ada masalah sebab pengajuan secara manual juga tetap berjalan.

Kemudian pemberlakuan kartu tani, nantinya setiap petani yang akan mengambil pupuknya juga harus menggesek kartunya lebih dulu di kios tempat pengambilan serta melampirkan fotokopi KK dan KTP.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR