LIWA (Lampost.co)--Pemkab Lampung Barat tahun 2019 mendatang merencanakan pendapatan daerah setempat sebesar Rp859,42 miliar. Angka itu diproyeksikan bersumber dari PAD sebesar Rp47,79 miliar. Kemudian dana perimbangan sebesar Rp583,28 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp228,34 miliar.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menyampaikan nota pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD serta buku Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun 2019 dalam rapat paripurna DPRD setempat, Senin (13/8/2018).



Untuk mencapai target pendapatan tersebut jelas Parosil,  maka Pemkab Lambar akan melakukan kebijakan pendapatan dengan cara melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.

Kemudian berkoordinasi dengan baik kepada Pemerintah Pusat dan Pemprov untuk mendapatkan program/kegiatan melalui dana APBD provinsi dan dana pusat dalam membiayai belanja daerah. Lalu meningkatkan pelayanan perizinan khususnya perizinan penanaman modal dengan menyederhanakan proses perizinan tetapi dengan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Parosil menambahkan, sesusi visi ada lima prioritas pembangunan daerah  Lambar tahun 2019 yaitu memantapkan infrastruktur dan konektifitas antar wilayah untuk mendukung mitigasi bencana yang berwawasan lingkungan.

Kemudian memantapkan kualitas pendidikan dan kesehatan. 
Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemantapan ketahanan pangan,pertanian, perikanan, pariwisata, industri dan UMKM.  Memperkuat nilai budaya dan meningkatkan minat baca masyarakat. Penguatan tata kelola pemerintahan dan stabilitas kamtibmas.

Program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yaitu belanja langsung yang direncanakan akan dianggarkan sebesar Rp470,25 miliar. Terdiri belanja urusan wajib pelayanan dasar sebesar Rp224,90 miliar, urusan wajib non pelayanan dasar sebesar Rp79,59 miliar, urusan pilihan sebesar Rp38,67 miliar, unsur penunjang sebesar Rp36,88 miliar rldan unsur pendukung sebesar Rp90,18 miliar.

Belanja langsung 2019 akan diprioritaskan untuk melaksanakan kegiatan prioritas berupa peningkatan infrastruktur mantab antara lain melalui pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan.

Kemudian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan.

Lalu untuk penataan Kota Liwa sebagai kota budaya antara lain melalui pembangunan gedung budaya, penataan taman kota Hamtebiu, serta rehabilitasi Masjid Al Mansur Pasar Liwa. 

Kemudian semua bisa melanjutkan sekolah antara lain melalui peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, pengadaan pakaian seragam sekolah, serta pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Pelayanan masyarakat sehat antara lain melalui peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas dan rumah sakit umum daerah, ambulan hebat serta jaminan pemeliharaan kesehatan penduduk miskin di luar kuota.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR