BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Syarief Makhya mengatakan pada tahun 2019, sekitar 40% hingga 70% proses pembelajaran di tempatnya akan dilakukan melalui virtual class atau disebut kelas maya.

Menurutnya, melaksanakan proses permbelajaran virtual class untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 yang kini berkembang dan amanat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ia mengatakan, virtual class yakni proses pembelajaran jarak jauh melalui sambungan internet.



“Kemungkinan tahun depan virtual class akan dilaksanakan. Tetapi mengenai pembelajaran berbasis teknologi sudah beberapa tahun terakhir dilakukan, namun baru sebatas e-learning,” ujar dia pada kegiatan International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS), di hotel Novotel Bandar Lampung, Senin (10/9/2018).

Syarief mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur untuk penunjang proses pembelajaran virtual class, seperti jaringan internet, perangkat keras, dan perangkatn lunak. “Penyediaan infrastruktur dilakukan oleh Unila, saat ini sedang dipersiapkan,” ujar Syarief.

Virtual class yang menggantikan proses pembelajaran konvesional, itu menurutnya mempunyai beberapa keuntungan, seperti mahasiswa dapat melakukan pembelajaran dimana saja berada dan mampu mengetahui secara langsung kemajuan pembelajaran mahasiswa.

“Proses pembelajaran virtual class dipantau langsung oleh dosen sehingga dosen bisa mengetahui sejauh mana kemajuan mahasiswanya melalui interaksi yang dilakukan. Virtual class merupakan proses pembelajaran menggunakan teknologi,” kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR