PESAWARAN (Lampost.co)--Selama tahun 2018, Polres Pesawaran berhasil menekan kejahatan menonjol yang menjadi atensi, diantaranya pencurin, penyalahgunaan narkotika dan kasus senjata api illegal. Selain itu juga telah mengungkap kasus kejahatan konvensional, transnasional, kekayaan negara.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro dalam ekspose akhir tahun 2018 di Mapolres Pesawaran, mengatakan berdasarkan analisis dan evaluasi, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Pesawaran didominasi oleh kasus kasus Curat, Curas dan Curanmor. “Menyikapi hal ini kami langkah kami menggelar operasi sikat 1, 2 dan 3 serta Operasi Cempaka juga Operasi Bina Kusuma dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan,” kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Handak Prakasa Qolbi, Kabag Ops Kompol. Agus Susanto serta para kepala satuan (Kasat). 



Berdasarkan catatan, tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada 2018 yang berhasil diungkap ada 31 kasus. Kasus pencurian dengan pemberatan terjadi 51 kasus dan terungkap 29 kasus, sedangkan kasus pencurian sepeda motor terjadi 37 kasus dan telah terungkap 19 kasus. 
Sementara pemberantasan tindak pidana narkotika pada 2018 terungkap 105 kasus dan yang ditangkap ada 115 tersangka. Berikut barang bukti yang disita berupa sabu 593,05 gram, pil ekstasi 343 butir, tembakau Gorila 0,60 gram, dan uang tunai Rp7.052.000.

“Pengungkapan kasus narkotika meningkat dibanding tahun sebelumnya (2017) yang hanya 42 kasus dengan  53 tersangka yang tertangkap,” ungkap kapolres.

Kasus tindak pidana konvesional yang terjadi 206 kasus dengan penyelesaian kasus sebanyak 147 perkara. Hal ini menurun 23,3 persen dibandingkan pada tahun 2017.
Tindak pidana trans nasional pada 2017 hanya terjadi dua kasus dan perkara ini telah diselesaikan 100 persen, sehingga pada 2018 nihil. Sedangkan tindak pidana yang menyangkut kekayaan negara pada 2018 terjadi 5 kasus dan telah dituntaskan. Sementara kejahatan kontijensi pada 2018 nihil.

Disisi lain, potensi konflik yang terjadi di wilayah hukum Polres Pesawaran pada 2018 terjadi 15 kasus. 13 diantaranya dapat diselesaikan. “Dua kasus belum ada penyelesaian yaitu kasus Pasar Roworejo, dan Pengolahan tambang emas illegal,” kata Kapolres.

Sementara kasus tindak pidana illegal logging selama 2018 terjadi dua kasus dan telah diselesaikan atau tuntas 100 persen. Lainnya, perkara tindak pidana korupsi terjadi tiga kasus dan telah diproses semuanya alias tuntas 100 persen. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR