KOTABUMI (Lampost.co) -- Dengan adanya kerja sama antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, dengan dokter praktek swasta yang bekerja di rumah sakit umum dan klinik pratama di wilayah kabupaten setempat untuk penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di 2018, sekarang dokter praktek swasta diizinkan mengobati penyakit TBC.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Lampung Utara, M. Yusuf, di ruang kerjanya, Kamis (17/5/2018) mengatakan dengan terjalinnya kerja sama antara Dinkes dan dokter praktek swasta yang bekerja di rumah sakit umum swasta di Kabupaten Lampung Utara, seperti RSU Handayani, RSU Candi Mas dan RSU Haji Yusuf serta di klinik kesehatan pratama yang tersebar di kecamatan dalam penanggulangan penyakit TBC.



"Di 2018 ini, dokter praktek swasta tersebut memiliki hak yang sama dengan dokter umum pemerintah yang berpraktek di RSUD Ryacudu maupun puskesmas di kecamatan untuk menemukan serta mengobati penyakit TBC dengan catatan, obat yang disampaikan ke pasien merupakan obat yang menjadi program penyakit TBC yang direkomendasikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga untuk biaya, pasien tidak terbebani," ujarnya.

Sebelum ada kerjasama antara Dinkes dan dokter praktek swasta di Lampura, kata dia, dalam penanggulangan penyakit TBC, kewenangan dokter praktek swasta hanya sebatas memeriksa pasien dan bila pasien diketahui  terjangkit TBC, maka dokter praktek itu mesti merujuk pasien ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk pengobatannya.

"Sekarang, sejak ada kerjasama, dokter praktek swasta dapat langsung melakukan pengobatan bagi pasien yang terjangkit TBC dengan obat yang direkomendasikan Kemenkes," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR