BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Di 2018, sebanyak 395 guru honor TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung tidak mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Tidak dapatnya insentif, karena kuota guru honor melebihi jumlah yang ditetapkan.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung, Khairul Athar kepada Lampost.co, Senin (26/3/2018) mengatakan berdasarakan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya guna mengetahui jumlah guru honor didapat 7.828 guru.



Menurut dia, kuota tahun 2018 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 58/IV.40/HK/2018, tentang penetapan penerima honorarium pegawai honorer bagi guru TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs, pada sekolah negeri dan swasta Bandar Lampung, ditetapkan 7.433 orang.

"Hasil pembaharuan data guru-guru yang ingin diberikan instentif ternyata kelebihan sebanyak 395 guru. Sedangkan kuota berdasarkan SK pak Wali Kota pada tahun ini hanya 7.433 guru," kata dia di ruang kerjanya.

Khairul mengatakan, proses menseleksi guru-guru yang tidak memperoleh insentif atau ditunda pembayarannya dilihat dari sejumlah aspek, diantarnya masa kerja, sekolah baru, bukan sebagai guru honor, dan tidak terdaftar di sekolah induk.

"Guru honor yang ditunda insentifnya adalah karena lama kerja kurang dari satu tahun, bukan berprofesi guru seperti hanya pegawai tata usaha atau administasi saja, dan sekolah baru yang belum memiliki izin operasional," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR