BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kejaksaan Tinggi Lampung dan jajaran di tingkat kejaksaan negeri maupun cabjari berhasil menyelamatkan uang kerugian negara sebesar Rp12 miliar hingga akhir tahun. Sementara kasus korupsi yang ada mencapai 192 perkara.

Dalam periode 2017, menurut Kajati Lampung Syafrudin, uang negara yang diselamatkan berasal dari penanganan kasus korupsi. Pengembalian uang negara ada yang dilakukan di tingkat penyidikan maupun sudah di tingkat penuntutan dan hasil eksekusi putusan.
Jumlah terbesar penyelamatan uang negara dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kalianda, Lampung Selatan yang berhasil menyelamatkan uang negara Rp5,7 miliar. Di tempat kedua Kejaksaan Negeri Bandar Lampung yang menyelamatkan uang negara Rp4,4 miliar.
Pihak Kejaksaan sedang menyelidiki 18 kasus korupsi hingga pertengahan tahun 2017. Untuk penyidikan ada 36 kasus dan yang sudah masuk tahap penuntutan ada 49 kasus. 
Syafrudin mengatakan, jumlah penyidikan yang mencapai 36 kasus sampai menggambarkan bahwa perkara korupsi di Lampung masih banyak, “Jumlah 36 itu lumayan cukup banyak,” ujarnya.
Sementara untuk saat ini perkara korupsi pihaknya sedang melakukan 8 penyidikan perkara kasus korupsi. "Ya ada delapan penyidikan korupsi lagi, ya pesan saya ya dilanjutkan dan dituntaskan," katanya.
Dari data yang dihimpun Lampost, kurun waktu 3 tahun kasus korupsi di Lampung mencapai 192 perkara.
Menurut Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Muhammad Yusuf, tiga tahun terakhir Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, memutus 192  perkara korupsi, dari jumlah tersebut 27 merupakan pegawai Honorer, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Sukarela.
Yusuf mengatakan, jumalah perkara korupsi tidak dapat dipastikan apakah naik atau turun setiap tahunya, hanya saja jika dibandingkan antara tahun 2016 dan 2017 ada peningkatan 11 kasus korupai. " nggak bisa dikatakan ada peningkatan atau tidak, karena tahun 2016 jumlahnya 54  sementara 2017  ada 65 kasus tetapi di 2015 yang lalau 73 perkara korupsi yang diputus," ujar dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR