KOTABUMI (lampost.co)-- Penyebab utama gangguan reproduksi atau mengalami kesulitan kebuntingan pada sapi diantaranya karena buahi tenang yakni sapi tidak menunjukkan tanda birahi.

Hasil itu diketahui melalui pemeriksaan petugas kesehatan pada 680 ekor sapi betina di enam kecamatan di Kabupaten Lampung Utara.



Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, Kamis (6/12/2018) mengatakan dari 680 ekor sapi betina yang di periksa petugas, ditemukan 180 ekor sapi mengalami gangguan reproduksi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 46,4 persen disebabkan buahi tenang atau sudah masanya berproduksi tapi belum terlihat tanda birahi.

Sehingga pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada sapi tidak tepat waktu yang menyebabkan kegagalan dan sekitar 32,04 persen karena kurang gizi yang menyebabkan hipofungsi ovarium, corpus luteum persisten (CLP) dan endometritis (peradangan uterus).

Petugas kesehatan hewan memeriksa sapi tersebut di enam kecamatan, yakni Abung Timur, Abung Surakarta, Abung Semuli, Sungkai Utara, Bunga Mayang dan Hulu Sungkai.

"Penyebab utama gangguan karena buahi tenang dan untuk penanganannya dibutuhkan kejelian peternak melihat tanda fisik pada sapi seperti keluarnya cairan pada alat reproduksi sapi. Selain itu, kurang gizi yang menyebabkan hipofungsi ovarium, corplus luterum presisten (CLP) dan endomertivis (peradangan uterus) yang menyebabkan sapi sulit mengalami kebuntingan," ujarnya.

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR