KOTABUMI (Lampost.co) -- Akibat serangan hama ulat grayak, sekitar 150 hektare (ha) areal lahan jagung yang tersebar di tiga kecamatan di Lampung Utara terancam gagal panen. 

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Sugiman di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019) mengatakan dari laporan petugas dan kunjungan di lapangan, dampak dari hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung usia 1 - 2 bulan di tiga kecamatan, yakni Abung Timur, Abung Surakarta dan Abung Semuli berpotensi menimbulkan gagal panen. Untuk estimasi luas areal lahan yang terancam gagal panen akibat serangan diperkirakan sekitar 150 ha di tiga kecamatan tersebut.



Bahkan, dimungkinkan areal lahan jagung yang terancam gagal panen karena serangan ulat grayak di Lampung Utara ini dimungkinkan meluas.  Sebab, tingkat serangan ulat dengan katagori sedang dan berat tersebut terjadi merata  di 23 kecamatan se-Lampura yang memliki potensi tanaman jagung. "Dari laporan petugas, selain tiga kecamatan sentra jagung terserang ulat grayak, dua puluh kecamatan yang lain dengan potensi tanaman yang sama  juga mengalami hal serupa terserang ulat grayak," kata dia.

Untuk upaya penanggulangan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas pengendali organisme penyakit tanaman-pengendalian hama terpadu (POPT-PHT) di kecamatan setempat. Selain itu, untuk langkah taktis, pihaknya menyampaikan bantuan 24 liter insektisida pada petani jagung untuk melakukan pembasmian hama ulat di areal" ujarnya pada Lampost.co.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR