BANDAR LAMPUG (Lampost.co) -- Sebanyak 13 pucuk senjata api rakitan diamankan Polresta Bandar Lampung, dalam pelaksanaan Operasi Waspada Krakatau 2018 yang digelar dari 15-18 November 2018. Selain itu, aparat juga mengamankan 415 butir amunisi dan 10 botol bahan peledak ikan berdaya ledak rendah.

Kabagops Polresta Bandar Lampung Kompol Ujang Supriyanto mengatakan, 13 senpi tersebut, 4 pucuk hasil operasi Polresta Bandar Lampung, Polsek Kedaton dan Tanjungkarang Timur masing-masing 2 pucuk. Kemudian Polsek Sukarame, Tanjungkarang Barat, Telukbetung Utara, dan Telukbetung Selatan dan panjang masing-masing 1 pucuk. Sedangkan Polsek Telukbetung Timur dan KSKP Panjang nihil.



Baca juga : Lagi, Dana Rp14 Miliar Dikucurkan Bebaskan Tol

"Operasi ini dalam rangka cipta kondisi jelang Operasi Lilin Krakatau 2018, guna menciptakan suasana kamtibmas, kita upayakan metode preemtif dan preventif, agar masyarakat menyerahkan secara sukarela," ujarnya, Kamis (29/11/2018).

Dari 13 senpi tersebut, 1 merupakan senpi bela diri non organik dari target operasi, bernama Efendi. Kemudian 11 senpi merupakan penyerahan sukarela dari warga dan 1 senpi dari hasil penangkapan pelaku curanmor oleh Polsek Tanjungkarang Timur. Kemudian 10 bahan peledak merupakan penyerahan sukarela dari masyarakat.

"Memang senpi rakitan ini, banyak yang sudah lama dan disimpan atau ditemukan di jalanan, jadi warga yang sukarela tidak dipidana," katanya.

Baca juga : Gunung Kunyit Nyaris Tinggal Kenangan

Menurut Ujang, kedepannya mereka akan melakukan pendataan lokasi rawan senjata api. Namun, saat ini belum bisa dipastikan secara rinci, karena kepemilikannya menyebar dengan modus yang berbeda. "Kalau bahan peledak, daerah Panjang dan Telukbetung," kata Kabagops Polres Lampung Timur itu.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR