Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak 13 korban ledakan pabrik petasan di di Kosambi, Tangerang, Banten, berhasil diidentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri. Identitas korban terungkap setelah lima hari diperiksa.

"Pada hari ini teridentifikasi sebanyak 13 korban," kata Vice Commander Tim DVI Kombes Yusuf Mawadi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 31 Oktober 2017.

Menurut dia, hasil ini dapat diungkapkan setelah didahului proses rekonsiliasi sejak pukul 10.00 WIB, hari ini. Korban pertama yang terungkap adalah Yanti asal Tangerang. "Teridentifikasi melalui gigi geligi dan medis," kata Yusuf.

Iyus Hermawan dari Bandung teridentifikasi melalui gigi dan medis. Lalu, Muhammad Taneri asal Tegal diketahui melalui gigi dan medis dan Rahmawati (Tangerang) melalui DNA, gigi dan medis.

"Jadi dua proses matching. Dari DNA nyambung, gigi juga. Sebenarnya tidak harus dua. Satu sudah cukup," ucap dia.

Korban selanjutnya, Rohimah asal Tangerang, teridentifikasi melalui DNA dan medis. Khoiriyah dari Tangerang juga diketahui identitasnya melalui DNA, gigi dan medis. Arsiah asal Tangerang teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Identitas Ade Rosita dari Bandung berhasil diungkap melalui DNA dan medis. Sementara itu, Abdul Arip dari Tangerang teridentifikasi melalui DNA serta medis, dan Oleh bin Nurdin dari Bandung teridentifikasi melalui DNA, medis, dan gigi.

Selain itu, Neli dan Siti Subaikah dari Tangerang teridentifikasi melalui DNA, medis, dan gigi. Siti Almawati asal Tangerang diketahui dari melalui DNA, medis, dan properti.

"(Siti Almawati) ada yang dipakai korban masih bisa ditemukan," ucap dia.

Hingga hari ini, total RS Porli menerima 49 kantong jenazah. Empat di antaranya berupa serpihan tubuh korban yang ditemukan di lokasi ledakan pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR