BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan perekaman data biometrik jemaah haji saat mereka masuk asrama atau sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi bisa dilakukan di 13 embarkasi yang ada. Namun, hingga saat ini Kemenag belum mendapat kepastian apakah perekaman data biometrik boleh dilakukan di embarkasi atau harus di tempat yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi.

Pengalaman embarkasi musim haji tahun lalu, seluruh jemaah yang masuk asrama haji Jakarta di Pondok Gede dan Bekasi dilakukan perekaman biometrik secara baik dan cepat. Tahun lalu perekaman biometrik memang baru dilakukan di embarkasi Jakarta. Namun, infrastruktur seluruh embarkasi dan asrama haji Indonesia memenuhi syarat untuk melakukan proses itu.



Terkat hal itu, Kasubbag Humas dan Informasi Kanwil Kemenag Lampung Istutiningsih mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dan arahan dari pusat seperti apa kelanjutan biometrik untuk jemaah haji. Saat ini pihaknya menunggu kepres terkait haji dan turunannya mengenai ketentuannya.

"Biometrik kami tunggu aja dari Kementerian Agama seperti apa. Kami juga belum rapat, saat ini kami menunggu kepres-nya karena kemarin kementerian dan DPR RI baru ketok palu keputusan BPIH sebesar Rp35,2 juta," katanya kepada lampost.co, Senin (11/2/2019).

Ia mengatakan biometrik ini mempermudah jemaah dalam melakukan ibadah haji. Jangan sampai ketika jemaah sampai di Tanah Suci terbengkalai. "Biometrik ini nanti prosesnya di provinsi masing-masing. Sehingga ketika jemaah tiba di Bandara Tanah Suci tidak lagi terhambat karena melakukan biometrik. Biasanya akan dilakukan bersamaan dengan jemaah dari asrama haji," katanya.

Biometrik adalah metode untuk mengenali seseorang berdasarkan ciri-ciri fisik, karakter, dan perilakunya secara otomatis. Pengenalan karakter ini dilakukan melalui retina, sidik jari, pola wajah, dan sebagainya. Perekaman biometrik dilakukan untuk mempermudah jemaah calon haji saat mendatangi Tanah Suci.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR