BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim percepatan pembebasan lahan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang telah membebaskan 13.145 lahan. Jumlah itu mendapatkan uang ganti rugi (UGR) baik dari kepemilikan masyarakat, instansi pemeritahan, maupun perusahaan swasta dan negeri.

Berdasarkan data yang dihimpun tim pembebasan lahan, secara keseluruhan terdapat 13.522 bidang tanah yang harus dibebaskan baik di ruas Bakter sebanyak 10.979 maupun TBPP sebanyak 2.543 bidang. Hingga akhir Juli lalu, lahan yang sudah dibebaskan mencapai 13.145 bidang, yaitu 10.889 pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan 2.256 di ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang.



Sekretaris tim percepatan pembebasan lahan JTTS Lampung, Zainal Abidin menjelaskan berdasarkan laporan yang diterimanya pada Juli pembebasan lahan ruas  Bakauheni-Terbanggi Besar sudah menginjak 99,48 persen disepanjang 141 km dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang hingga 88,71 persen pada 112 km.

Dari angka itu, lanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengucurkan anggaran hingga triliunan rupiah untuk proses pembebasan lahan dari ribuan pemiliknya. Pembayaran UGR kepada pemilik lahan itu berdasarkan penilaian dari tim apraisal, yaitu Badan Pertanahan Nasional.

"Pada prinsipnya kami tidak menyimpan dana itu, karena langsung dikeluarkan Kementerian PUPR dan dititipkan kepada pengadilan. Pemerintah daerah tidak pernah tahu dan tidak ada wewenang untuk itu. Makanya secara rinci kami tidak tahu jumlah dana UGR yang sudah keluar," kata Zainal kepada Lampost.co, Selasa (11/9/2018).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR