PRINGSEWU (Lampost.co)-- Dari 126 pekon di Pringsewu baru dua pekon yang sudah menyampaikan RAPBDes 2019, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) setempat menunggu hingga 2 April 2019. 
 
Demikian pernyataan Kabid Pembangunan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon Tri Haryono, saat ditemui pada acara lomba teknologi tepat guna (TTG) di aula Kampus STMIK, Pringsewu, Kamis (28/3/19). 
 
Dia menjelaskan untuk melakukan pencairan dana desa (DD) kepala pekon harus melaporkan Spj tahun 2018 dan menyampaikan RAPBDes 2019. "Kalau SPj sudah semua tinggal RAPB Des saja yang masih lambat," ujarnya. 
 
Menurut Tri Haryono keterlambatan penyampaian RAPBDes karena banyak kepala pekon baru sehingga belum paham tentang penyusunan dan laporan dengan sistem keuangan desa (Siskudes). Di samping itu kata Tri Haryono, adanya perunahan aturan sehingga terjadi bongkar pasang penyusunan RAPBDes. 
 
Padahal tambah Tri Haryono dalam peraturan pemerintah tentang pengelolaan dana desa, tahun 2019, dijelaskan bahwa satu minggu dana masuk kas daerah harus habis di transfer ke rekening desa masing-masing. 
 
Tri Haryono berharap semua kepala pekon untuk segera menyampaikan RAPBDes, apalagi PMP sudah melayangkan surat ke seluruh pekon. "Meskipun agak telat, pihaknya optimistis program DD tahap I bisa berjalan lancar," ujarnya. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR