KALIANDA (Lampost.co) -- Memasuki Akhir Agustus, setidaknya ada 124.199 anak dibawah 15 tahun di Lampung Selatan, telah mendapatkan vaksin Measles Rubella (MR). Capaian itu baru 45 persen dari target sasaran 274.097 orang.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyebaran Penyakit Penular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kristi Indarwati mengatakan, dari target pemberian vaksin kepada  274.097 orang, dan yang telah divaksinasi MR baru 115.058 anak dari usia 9 bulan hingga kurang 15 tahun.



"Hingga akhir Agustus baru 45 persen yang sudah divaksin MR dari target sasaran di Lamsel. Alhamdulillah, pelaksanaan pemberian vaksin MR di Lamsel berjalan dengan lancar," kata dia, Jumat (31/8/2018) malam. 

Kristi menambahkan sejauh ini terdapat 33 lembaga pendidikan yang meminta penundaan kegiatan pemberian vaksinasi MR. Hal tersebut kemungkinan terkait dengan masalah label halal pada vaksin yang diberikan.

"Ada sekitar 33 lembaga sekolah yang minta penundaan. Lemba pendidikan itu terdapat wilayah BanjarAgung, Way Urang, Natar, Way Panji, Sidomulyo, Merbaumataram, Sukadamai dan Penengahan. Meski demikian, kami tetap akan mensosialisasikan lagi dan dijadwal ulang kalau sudah oke," katanya. 

Menurut Kristi, meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor 33 tahun 2018 yang memperbolehkan pemberian vaksin MR, ke-33 lembaga pendidikan itu hingga belum kembali meminta untuk penjadwalan ulang vaksinasi MR.

"Sejauh ini belum ada permintaan penjadwalan ulang untuk kegiatan vaksinasi MR dari pihak sekolah. Tapi, orang tua siawa sangat ingin anaknya di vaksinasi. Yang jelas, kami akan tetap berusaha memberikan pemahanan tentang MR," katanya. 

Kristi menjelaskan bagi orang tua yang ingin anaknya ikut diberi vaksin MR, maka mereka dapat mendatangi langsung puskesmas terdekat guna mendapatkan vaksin tersebut. "Tidak perlu khawatir, sebelum masa kampanye berakhir bagi orang tua yang menginginkan anaknya mendapatkan imunisasi MR, bisa mendatangi Puskesmas terdekat," ujarnya.

Pada September mendatang pihaknya akan fokus pemberian vaksinasi MR pada kegiatan-kegiatan posyandu dan di puskesmas. "Kalau di bulan Agustus fokus sasarannya para siswa yang usianya dibawah 15 tahun. Sedangkan, pada September fokus pada anak-anak balita dalam kegiatan posyandu," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR