BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung bersama Densus 88 anti-teror Mabes Polri, setidaknya telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dugaan keterlibatan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dari total 15 orang yang telah diamankan.

Ke-12 tersangka tersebut sepertinya bakal disidangkan di Jakarta, bukan di Lampung sebagai tempat kejadian Penangkapan (locus delicti) para tersangka. "Sidangya nanti di Jakarta semua," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung, Senin (20/8/2018).



Bobby menjelaskan, karenanya penanganan perkara tersebut sepenuhnya dilakukan Densus 88 anti-teror, baik tim penyidik, pemberkasan perkara, sampai jaksa penuntut. "Kita sifatnya memang backup saja, baik pemberkasan, dan penanganan," katanya.

Disinggung soal progres berkas perkara 12 tersangka, Bobby tak memaparkan secara rinci. "Tapi, semua dalam proses," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 anti-teror Mabes Polri, bersama Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Lampung, akhirnya menetapkan 3 dari 4 terduga jaringan radikal, yang diamankan pada (7-8/8/2018), di empat Kabupaten di Provinsi Lampung.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR