BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengadilan Negeri Tanjungkarang, menggelar sidang perdana perkara pengplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan pertalite sebanyak 6.000 Liter, Senin (16/10/2017).

Sidang itu di Pimpin langsung Wakil Kepala Pengadilan Riza Fauzi. Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum Lilik Septiriana menghadirkan 12 saksi dalam pengkapan terdakwa atas nama Dedi. Ke-12 saksi itu yakni
Tugino, Hengki Irawan, Ahmad Ramadan, Jamali, Muslimin, Ponco Supono, Hendrik, Izulfikri, Erwin Widiaatmoko, Waris, Abdul Latif, dan Masharnum.



Pengkapan kasus pengoplosan BBM berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan kendaraan sepeda motor milik mereka mogok dan rusak setelah mengisi BBM di sejumlah kios dan pertamini.

Mendapati laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri siapa penyuplai pemasok BBM. Ternyata benar BBM itu adalah hasil dari oplosan yang dilakuka terdakwa bersama rekanya (dakwaan terpisah).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR