SEBANYAK 1,2 juta jiwa atau 22% penduduk Lampung belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Konektivitas jaringan antara alat perekaman dan server pusat masih menjadi kendala terbesar dalam pendistribusian KTP-el di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Lampung Achmad Saefulloh mengatakan pihaknya masih menghadapi kendala dalam pendistribusian KTP-el. Masyarakat yang telah melakukan perekaman banyak yang belum mendapatkan blangko. Hal itu disebabkan kerap terputusnya koneksi antara alat perekaman dengan server pusat. Akibatnya, masyarakat yang sudah merekam juga belum tentu bisa mendapatkan KTP-el karena berkaitan dengan basis data. "Jaringan internet ini bisa tiba-tiba terkoneksi ke pusat dan langsung bisa dicetak. Namun, jika tidak terkoneksi dengan pusat atau offline, maka tidak bisa langsung cetak," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/1).



Meskipun demikian, kata dia, blangko KTP tersedia di Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Lampung bisa mengambilnya langsung. Namun, koneksi tetap menjadi penghalang dalam pendistribusian KTP itu. "Sebab itu, untuk menyiasatinya diberikan pengganti sementaranya berupa surat keterangan yang fungsinya sama seperti KTP-el. Itu jika hanya sudah perekaman," kata dia.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi hingga September 2017, penduduk di Sai Bumi Ruwa Jurai berjumlah 9,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, 7,2 juta jiwa di antaranya wajib memiliki KTP. Sebanyak 5,6 juta atau 77,61% dari penduduk wajib memiliki KTP telah melakukan perekaman dan 5,05 juta (90%) telah tercetak.

 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR