KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan menyatakan 113 paket proyek yang gagal dilelang, kini telah diajukan kembali dalam rapat dengar pendapat (Hearing,red) ditingkat Komisi C DPRD Lamsel dalam pembahasan RAPBD tahun 2019.

Sekretaris Dinas PU-PR Lampung Selatan, Destrinal, Rabu (21/11/2018), mengatakan hal itu kepada Lampost.co di ruang kerjanya.



Menurut dia, 113 paket proyek tersebut telah terprogram dan terencana. Maka, pada tahun 2019 mendatang akan kembali di lelang secara terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

"Karena, paket proyek tersebut sudah terprogram dan terencana. Maka, pekerjaan tidak akan merubah ditahun 2019. Apalagi  ini sudah masuk dalam pembahsaan di DPRD Lamsel dalam RAPBD 2019," ujarnya.

Disinggung mengenai berapa anggarannya dari 113 paket proyek yang gagal lelang tersebut, Destrinal, menjelaskan totalnya mencapai Rp100-an miliar lebih. Sementara, untuk lokasinya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

"Gagalnya lelang paket proyek tersebut bukan kesalahan dari pihak Dinas PU-PR Lampung Selatan maupun Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setkab Lamsel. Tapi, ini kesalahan ada pada rekanan atau penyedia jasa,"jelasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR