PESAWARAN (Lampost.co) -- Seluas 1.097 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pesawaran mengalami kekeringan akibat dampak dari kemarau dari seluruhan luas lahan pertanian di Pesawaran yaitu 15.465 hektare

Kabid Tanaman Pangan, Dinas pertanian dan perternakan Kabupaten Pesawaran, Budi mengatakan dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat (petani padi) ditandai dengan mengeringnya lahan pertanian atau persawahan.



"Berdasarkan hasil survei petugas di lapangan, dampak kemarau mulai dirasakan petani diantaranya di Kecamatan Way Khilau, lahan pertanian disana mulai kekeringan," kata Budi, Rabu (8/8/2018).

Dia menjelaskan,dari hasil survei petugasnya, jika sepekan atau bahkan dua pekan ke depan tidak terjadi hujan, maka dapat mengakibatkan puso khususnya di Kecamatan Way Khilau karena sebagian wilayahnya memang tidak ada sumber air.

"Sebagian besar petani khususnya di wilayah yang terancam kekeringan telah mengasuransikan tanaman padinya melalui AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). Jika terjadi puso akan mendapat pergantian dari asuransi," jelasnya.

Berdasarkan data petugas di lapangan beberapa lokasi telah dilakukan survei diantaranya Desa Madajaya yang terkena kekeringan seluas 200 ha, dengan kondisi ringan. Desa Gunungsari terkena 175 ha kondisi ringan, Desa Kotajawa terkena 75 ha kondisi ringan dan Desa Penengahan terkena 75 ha kondisi ringan.

"Untuk kecamatan lain, kondisi pertanaman saat ini sebagian besar sudah memasuki masa panen sehingga tinggat kegagalan panen masih dibawah 5 % persen," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR