PALU (Lampost.co)--Korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih menempati tenda darurat di lokasi pengungsian, di antaranya pada lokasi pengungsian Petobo, Balaroa, Gawalise, dan Lambara di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Sebagian para pengungsi telah menjadi penerima manfaat Dompet Kemanusiaan Media Group yang berada di bawah naungan Yayasan Media Group. Mereka mendapatkan bantuan hunian sementara (huntara) yang dibangun Dompet Kemanusiaan Media Group bersama masyarakat, secara bergotong-royong.



Sejak dimulainya pembangunan huntara pada awal November 2018, ratusan masyarakat korban gempa dan tsunami sudah menempati bangunan tersebut. Saat musim hujan, warga penerima huntara mengaku lebih nyaman berada di huntara.

"Sudah aman anak-anak dari angin, hujan, karena yang kami takutkan kalau di tenda itu penyakitnya anak-anak itu kembung atau apalah. Kalau di huntara sudah bagus. Sudah lebih nyaman," ujar warga Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Lisnawati, kepada Media Indonesia, Selasa (8/1/2019).

Menurut Lisnawati, dia bersama keluarga sangat berterima kasih atas bantuan huntara yang mereka terima. Meskipun bangunan seadanya, tapi telah membuatnya bersama anak dan suaminya dapat tidur lebih nyaman.

Ia berharap nantinya bisa memperoleh hunian tetap yang diberikan oleh pemerintah agar tempat tinggal mereka semakin layak.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR