BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tiga Pelajar SMA Swasta di Lampung Timur harus berurusan dengan aparat, karena menjadi pelaku curanmor. Ketiganya J (18), N (18), dan S (18), warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, ketiganya dibekuk di sekitar Jati Agung, pada Sabtu (23/6/2018) siang. Saat itu tim khusus anti Bandit melakukan pengerjaran dan Penangkapan (Jarkat), atas pencurian kendaraan bermotor yang baru saja terjadi.



"Kita kejar, pelaku mau ke Lampung Timur bawa hasil motor curiannya, Honda Beat," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (26/6/2018).

Dari pengakuan para pelaku, mereka sudah beraksi sekitar 10 lokasi di Wilayah Kota Bandar Lampung. Modus yang digunakan, yakni dengan mencari sasaran motor yang terpakir di Minimarket, atau rumah yang dalam keadaan kosong.

"Ada yang mantau atau monitor lokasi yang akan jadi incaran mereka satu orang, terus yang duanya ini beraksi satu eksekutor, satu mantau pas beraksi," kata Mantan Kasatreskrim Polres Lampung Tengah itu.

Dari hasil curiannya, rata-rata sepeda motor tersebut laku dijual sekitar Rp3 juta ke penadah yang ada di Lampung Timur.

"Kami masih kejar penadahnya," kata Alumnus Akpol 2005 itu.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, dua kunci Letter t, dan dua buah kunci motor. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan pencurian dan pemberatan, ancaman 7 tahun penjara.

Sementara Nanto salah satu pelaku mengaku, uang hasil curiannya ia bagi Rata dengan dua rekannya, dan digunakan untuk foya-foya, dan belanja sehari-hari.

"Saya enggak Lagi-lagi, dan minta maaf sama Masyarakat Lampung," katanya di Mapolresta Bandar Lampung.

Hasil motor curiannya mereka dijual ke seorang penadahnya di Jabung, Lampung Timur yang berinisial U.

"Jualnya bisa Rp3 juta," katanya.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR