BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Industri pasar modal di Lampung terus bertumbuh yang kini sudah mencapai 15.803 Single Investor Identification (SID) dengan nilai transaksi Rp760 miliar pertahun. Dari jumlah investor efek tersebut, diprediksi 10% diantaranya berkecimpung dalam produk berbasis syariah.

Kepala Bursa Efek Indonesia perwakilan Lampung, Hendi Prayogi, menjelaskan seiring masifnya perkembangan industri jasa keuangan berbasis syariah, pasar modal turut memperluas jaringannya kedalam produk efek berdasar hukum Islam, seperti saham, sukuk, reksadana, Exchange Traded Fund, Efek Beragun Aset, dan Dana Investasi Real Estat.



Seiring besarnya minat masyarakat terhadap pasar modal, Majlis Ulama Indonesia (MUI) melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) mengeluarkan fatwa nomor 40/DSN-MUI/X/2003 yang mengatur tentang pedoman prinsip syariah dibidang Pasar Modal dan fatwa nomor 80/DSN-MUI/III/2011 tentang penerapan prinsip syariah dalam mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler.

"Dengan aturan-aturan baku dari MUI itu, investor yang ingin bertransaksi pada produk pasar modal bersyariah memiliki ketentuan yang jelas. Sebab, tidak semua saham dikategorikan syariah," kata Hendi di ruang kerjanya, Rabu (5/12/2018).

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR