BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Ajang Liga Champions selalu menjadi turnamen yang ditunggu-tunggu pesepak bola hebat dunia yang berkarier di klub Eropa. Sebab, ajang itu menjadi pembuktian kualitas, prestasi, serta gengsi sang pemain.

Akan tetapi, meski menyandang pemain top, meraih gelar Liga Champions bukan perkara mudah. Kita bisa melihatnya dari berbagai sisi. Selain yang sudah pasti komposisi pemain yang ada di klub, faktor keberuntungan sedikit banyak juga punya pengaruh.



Banyak pemain hebat yang kenyang prestasi di level klub, tetapi tampil melempem jika bermain di Liga Champions. Kondisi itu semakin membuat gengsi Liga Champions tetap tinggi di mata sejumlah pesepak bola.

Nama-nama seperti Ruud van Nisterlrooy, Hernan Crespo, sampai Ronaldo pun dipaksa untuk menerima kenyataan tak bisa mengangkat trofi Liga Champions sampai mereka memutuskan pensiun dari sepak bola.

Selain nama-nama di atas, berikut ini ada 10 pesepak bola hebat yang selalu gagal mengangkat trofi Liga Champions.

1. Ruud van Nistelrooy
Ruud van Nistelrooy punya catatan apik selama berseragam Manchester United. Pencapaian pribadinya, Nistelrooy sudah mengemas 56 gol di Liga Champions. Namun sayang, raihan itu belum cukup membuatnya mengangkat trofi Liga Champions. Bahkan, dia belum pernah melaju ke babak final.

Raihan terbaik Nistelrooy terjadi saat 2002. Ketika itu, United tersingkir lantaran kalah gol tandang dari Bayer Leverkusen pada semifinal.

Peruntungan Nistelrooy di Liga Champions tampaknya belum terlihat kala memutuskan bergabung dengan Real Madrid. Sebab, ketika berada di Bernabeu, United justru meraih Liga Champions pada 2007 -- 2008.

2. Patrick Vieira
Arsenal sempat memiliki gelandang hebat bernama Patrick Vieira. Memang, skill Vieira berbeda dengan Thierry Henry, tetapi tetap saja, Vieira merupakan amunisi penting The Gunners.

Namun, Vieira belum mampu memberikan Arsenal trofi Liga Champions meski membela Arsenal nyaris 10 tahun. Hasrat Vieira untuk meraih gelar Liga Champions juga tak terealisasi saat memutuskan pindah ke Juventus, Inter Milan, dan Manchester City.

Sebetulnya, Vieira berpeluang merasakan manisnya gelar Liga Champions saat berada di Inter. Namun, dia memutuskan meninggalkan Inter pada Januari 2010. Padahal, Mei 2010 La Beneamata berhasil meraih trofi Liga Champions.

3. Hernan Crespo
Hernan Crespo juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya tak pernah mengangkat trofi Liga Champions. Padahal, Crespo tampil apik saat menghadapi Liverpool pada babak final Liga Champions 2004 -- 2005.

Kala itu, Crespo sudah mencetak dua gol dan Milan sudah unggul 3-0 atas Liverpool pada babak pertama! Namun, takdir berkata lain. Liverpool melakukan comeback hebat pada babak kedua. Determinasi The Reds mampu membuat Milan kebobolan tiga gol dan memaksa pertandingan ke babak adu penalti.

Saat babak penalti, Liverpool mampu mengungguli Milan. Sebab, sepakan Andriy Shevchenko tak berjalan mulus. Alhasil, Liverpool yang menjuarai Liga Champions.

4. Pavel Nedved
Pavel Nedved tak bisa dipungkiri punya kontribusi besar di Juventus. Namun, upayanya membawa Juventus juara Liga Champions tak berakhir mulus.

Sebetulnya, Nedved nyaris membawa Bianconeri meraih gelar Liga Champions pada 2002 -- 2003. Akan tetapi, usahanya mentok pada semifinal. Sebab, dia tidak bisa tampil pada final melawan AC Milan lantaran akumulasi kartu kuning. Pada partai puncak, Juventus juga gagal menang setelah kalah adu penalti dari Rossoneri.

5. Fabio Cannavaro
Fabio Cannavaro merupakan pemain belakang yang pernah meraih gelar Ballon d'Or. Gelar itu ia raih setelah membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006.

Kala itu, persepakbolaan Italia tengah diguncang kasus calciopoli atau pengaturan skor. Namun, Gli Azzurri membuktikan soliditas tim mampu membuat pandangan negatif kepada Italia menjadi pujian. Italia sukses menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Prancis via adu penalti.

Namun, Cannavaro tercatat belum pernah meraih gelar Liga Champions sepanjang kariernya. Padahal, Cannavaro pernah membela Inter Milan, Juventus, hingga Real Madrid.

6. Dennis Bergkamp
Berbicara Dennis Bergkamp, tak bisa lepas dari Arsenal. Ya, bomber asal Belanda itu membela Arsenal dalam periode 1995 -- 2006. Sayang, dalam periode tersebut, Bergkamp tak pernah membawa Tim Meriam London meraih gelar Liga Champions.

7. Gabriel Batistuta
Bagi Anda pencinta sepak bola Italia, pasti tidak asing dengan nama striker Gabriel Batistuta. Pemain ikonik itu menjadi mesin gol Fiorentina pada era 1990an. Dia juga pernah membela AS Roma. Akan tetapi, kehebatannya tersebut tak pernah mengantarkannya meraih gelar Liga Champions.

8. Zlatan Ibrahimovic
Striker berpostur jangkung ini menjadi momok menakutkan bagi bek-bek lawan. Tak jarang pula, Ibrahimovic menciptakan gol dengan cara-cara yang tak lazim.

Sayang, kehebatannya tak berjalan mulus di Liga Champions. Meski sudah mencetak 48 gol di Liga Champions, dia tidak pernah meraih trofi Liga Champions.

Ibra sempat membela klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, Paris Saint Germain, dan Manchester United. Akan tetapi, tidak ada gelar Liga Champions sepanjang kariernya.

Uniknya, dalam beberapa kesempatan, tim-tim yang baru ditinggalkan Ibra justru keluar sebagai juara. Hal itu terjadi saat Ibra meninggalkan Barcelona dan Inter Milan.

9. Gianluigi Buffon
Kiper Gianluigi Buffon mungkin menjadi pemain yang tak menyerah mengejar Liga Champions. Sebab, sudah tiga kali mencicipi partai final, Buffon tak pernah memenangkan Liga Champions.

Terakhir, Juventus harus menyerah dari Real Madrid pada musim 2016 -- 2017. Pada musim 2014 -- 2015, Juventus menyerah dari Barcelona. Lalu, pada musim 2002 -- 2003, Juventus kalah adu penalti dari AC Milan.

10. Ronaldo
Ronaldo Luis Nazario de Lima merupakan striker menakutkan pada era 1990an hingga 2000an awal. Sepak terjangnya di lapangan hijau kerap membuat barisan pertahanan ketar-ketir.

Ronaldo tercatat hanya bermain pada 40 pertandingan Liga Champions. Sisanya, dia banyak bergelut dengan cedera.

Ronaldo sempat membuat heboh dengan mencetak hattrick ke gawang Manchester United pada 2003 di pentas Liga Champions. Sayang, setelah itu kariernya meredup karena cedera. Gara-gara kondisi itu pula, Ronaldo tidak bisa maksimal di Liga Champions.

 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR