LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 May
2526
Kategori Muda
LAMPUNG POST | Yuk, Belajar Meracik Kopi Sama Barista!
Barista meracik kopi dengan berbagai teknik di N8 Coffee Bandar Lampung. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

Yuk, Belajar Meracik Kopi Sama Barista!

SAHABAT Muda, meminum kopi kini bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi telah menjadi gaya hidup di berbagai kalangan, dari strata atas hingga bawah. Kedai-kedai kopi kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di Kota Bandar Lampung pun menjamur. Setiap suduh kota, bisa ditemukan kedai kopi, mulai yang sederhana hingga yang paling mewah.
Ngomongin kopi Sahabat muda, rasanya kita enggak bisa lepas dari yang namannya barista, yaitu sebuah profesi yang menyajikan kopi bagi pelanggan di kedai-kedai kopi, bar-bar kopi atau coffee shop dan biasanya mengoperasikan mesin-mesin espresso komersial yang cenderung rumit. Namun, sobat muda, barista bukan cuma perkara profesi, melainkan bagaimana pelakunya menganggap pekerjaan mereka layaknya karya seni, atau barista mungkin dapat disamakan dengan seniman.
Meracik kopi dengan seduhan yang pas menggunakan alat manual atau membuat karya seni sebuah coffee latte yang dilukis, dengan berbagai macam bentuk, seperti bunga tulip atau angsa, tentunya profesi ini membutuhkan latihan yang cukup lama dan ketelatenan. Barista yang sobat muda sering jumpai di keda-kedai atau coffee shop pun cenderung dari kalangan muda.
Ivan Rinaldi, salah seorang barista yang dijumpai di kedai Kopi N8, serius meracik kopi, baik menggunakan mesin maupun manual brewing (tanpa mesin). Memahami minuman nomor dua yang paling banyak dikonsumsi manusia setelah air minum tersebut, menurut Ivan, sangat kompleks. Makin hari jenis kopi akan selalu ada, metode penyeduhan pun terus bermunculan.
Menurutnya, menyeduh kopi perkara gampang-gampang susah bagi barista. Sobat muda yang ingin mencoba mejadi barista, hal yang paling pertama harus diketahui adalah logika seduh. Menyeduh kopi harus mencocokan semua komposisi, mulai dari suhu air, jumlah biji kopi yang digunakan, tingkat kehalusan kopi, dan metode penyeduhannya, agar menemukan rasa kopi yang nikmat dan ideal.
"Idealnya logika kopi itu, 1:63 atau satu gram kopi airnya 16,3 mililiter, tetapi bergantung jenis kopi sama permintaanya. Jadi pintar-pintar yang ngeracik, kayak foto DSLR, shutter speed, iso da aperture-nya harus seimbang, ya kayak gitulah," ujarnya kepada Lampung Post di Kedai Kopi N8, Senin (8/5/2017)
Selain sebuah profesi, menjadi barista cukup mengasyikkan dan juga memiliki tantangan tersendiri. Si barista bisa mengeksplorasi diri sesuai dengan pribadinya agar menentukan cita rasa kopi. Ketika muncul jenis kopi yang baru, barista tentunya tertantang untuk mendapatkan rasa kopi yang maksimal, dengan rasio yang ideal dan disukai pelanggan.

Belajar Jadi Barista

Belajar menjadi barista sekarang enggak terlalu sulit, di YouTube banyak, ngobrol sesama teman, dan juga komunitas bisa saling share wawasan, tetapi memang enggak ada habisnya karena kita terus belajar, terus nyoba karena kopi selalu berkembang.
Sobat muda, para barista, penyuka kopi, petani, ataupun para roaster (pengolah biji kopi untuk dijual), kini saling bertukar informasi, berdiskusi, dan bahkan mengadakan acara untuk mengenalkan kopi, khususnya kopi asli Lampung. Beberapa di antaranya kopi robusta Lampung, seperti Belalau dan Way Tebu asal Lampung Barat, serta Ulu Belu (Tanggamus).
Ivan menjelaskan ada ciri khas yang membedakan antara kopi robusta Lampung dengan kopi yang lainnya. Kopi Lampung saat ini belum bisa di-blend dengan kopi lainnya karena memiliki cita rasa yang cenderung mendominasi. Kemudian kopi Lampung mudah untuk dikenali ketika diminum karena puya cita rasa dan karakter yang berbeda dari kopi lainnya.
"Kami sama-sama teman juga memang punya misi ngenalin kopi Lampung ke masyarakat, kan ada komunitas sama teman-teman yang namanya Komunitas Pencinta Kopi Lampung (KPKL). Kami sering adain acara atau isi seminar (workshop), kayak agenda rutin kami seduh seru yang sudah sampai yang keempat. Kemudian, kemarin, kami meriahin acara Provinsi Lampung, yaitu Lacofest, di Mal Boemi Kedaton," ujar pemuda suku Palembang itu.
Gelvin Anjas, pemuda yang kini duduk di semester II Program Studi Manajenem Pendidikan Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, mengatakan banyak hal positif pada dunia kopi yang baru satu tahun belakangan ini ia geluti. Selain fokus menjadi mahasiswa, ia juga tergabung dalam KPKL, banyak pelajaran tentang kopi, khususnya teknik menyeduh ala barista yang ia pelajari dari rekan satu komunitasnya, dengan profesi beragam, mulai dari barista, owner kedai kopi, roaster, petani, dan para pecinta kopi yang memiliki satu visi, yaitu untuk memajukan kopi di Tanoh Lado.
"Selain dapat ilmu, saya jadi punya banyak teman di sini. Tentunya memang saya suka kopi," ujar Gelvin.
Dia menjelaskan dari berbagai acara, diskusi, atau sekadar nongkrong, pengetahuan Gelvin dan rekan-rekannya akan kopi terus bertambah, hingga kini ia bisa dibilang barista walau bukan profesinya, secara bertahap kini ia mula bisa menyeduh kopi baik manual brewing ataupun menggunakan mesin, khususnya membuat latte art. "biasanya habis pulang kuliah, saya nongkrong di kedai, kadang diminta teman-teman untuk jadi barista dadakan di kedai-kedai teman yang notabene anggota KPKL. Ya itu jadi momen saya untuk bejalar terus tentang kopi, terutama barista."

Kedai Kopi sebagai Tempat Diskusi Berbagai Kalangan

Sobat muda, tentunya kedai kopi bukan sekadar tempat minum kopi atau menyantap kudapan yang tersedia, dari zaman dulu hingga sekarang kedai kopi jadi tempat diskusi baik personal maupun komunitas. Selain itu, bisa juga tempat melepas penat dan sebagainya, tempat ide-ide brilian pemuda keluar dari obrolan sederhana nanspontan di kedai kopi.
Pemilik Kedai Kopi N8, Niori Wijaya, kini juga aktif pada dunia kopi, awalnya ia hanya fokus untuk menjalankan usaha, tetapi karena seringnya berbagai perbincangan diadakan di kedai miliknya, ia pun secara perlahan terjun pada dunia kopi. "awalnya saya enggak tertarik, senangnya kopi saset, tetapi perlahan saya gabung sama teman-teman sekarang sudah coba kopi, kadang ikut kelas kopi yang diadakan KPKL, dan tentunya banyak manfaat, utamanya ya ngenalin kopi Lampung ke masyarakat," ujar dia.

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv