LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 March
12203
Kategori Lampung
Penulis Wahyu Pamungkas
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Warga Sukajawa Tuding BPN Lamteng Lindungi Oknum Pegawai yang Menipu
Dua warga Sukajawa menunjukan laporan penipuan oknum BPN Lamteng ke pihak kepolisian. (Foto:Lampost/Wahyu)

Warga Sukajawa Tuding BPN Lamteng Lindungi Oknum Pegawai yang Menipu

GUNUNG SUGIH--Warga Sukajawa, Anakratuaji, Lampung Tengah, menduga BPN Lamteng melindungi oknum pegawai yang menipu 80-an warga Sukajaya, yang menjadi peserta program Larasita tahun 2013.

Dugaan itu muncul di kalangan warga peserta program tersebut.Pasalnya, menurut warga, sertifikat aspal yang mereka terima melalui program itu tak bisa diganti dengan yang asli, jika mereka tak mencabut laporan penipuan berupa penerbitan sertifikat aspal yang telah dilayangkan ke Polres Lampung Tengah.

Mulyono, warga Kampung Sukajaya, mengatakan pada pertemuan dengan pihak BPN Lamteng sekitar dua bulan lalu, ia diminta mencabut laporan ke polisi tentang dugaan pemalsuan sertifikat. Jika ia bersedia, maka BPN Lamteng akan memasukkan seluruh sertifikat aspal di Sukajaya ke dalam program prona 2017.
Menurut Mulyono, ia dianggap sebagai penghambat karena tak mau mencabut laporan.

Mulyono menegaskan, ia siap mencabut laporan jika pihak BPN Lamteng bersedia membuat pernyataan tertulis bahwa seluruh sertifikat aspal akan diganti dengan yang asli.

"Mereka tidak mau membuat pernyataan tertulis. Jadi siapa yang bisa menjamin laporan saya cabut sertifikat aspal diberesin," kata Mulyono.

Tak hanya itu, menurut Mulyono, sebagai sebuah lembaga, BPN Lamteng seharusnya tak merasa terganggu dengan laporan itu. Sebab walau bagaimanapun oknum pegawai yang diduga telah menipu warga harus mendapat hukuman setimpal.

"Kalau sudah terlanjur saya cabut, nanti tidak bisa saya laporkan lagi oknum yang menipu itu," kata Mulyono.

Warga lain, Sahid menambahkan, ada selisih yang cukup besar biaya untuk program larasita dengan prona. Jika sertifikat aspal itu dimasukkan ke prona, maka kelebihan biaya itu harus dikembalikan. Atau oknum yang menipu tetap harus dihukum.

"Kata perwakilan BPN Lamteng, kalau laporan tidak dicabut maka sertifikat milik orang yang melapor tidak akan diikutsertakan dalam prona," kata dia.

Kepala Kantor BPN Lamteng Hendri melalui Kabag TU Slamet membantah pihaknya melindungi oknum pegawai yang dimaksud. Menurut Slamet, sertifikat di tangan warga Sukajaya bukanlah produk BPN Lamteng.
Terkait asli atau palsu, warga maupun kepolisian belum pernah mengecek ke BPN Lamteng, sehingga tak jelas asli atau tidaknya.
Mengenai pencabutan laporan ke polisi, menurut Slamet, BPN Lamteng hanya memberi pilihan warga ingin mendahulukan yang mana, proses hukum atau program prona.

"Kalau mau prona berjalan, cabut laporan ke polisi dan sampaikan seluruh sertifikat itu untuk kami cek dan kalau tidak terdaftar akan kami tarik. Sebab kami tidak mau ada masalah. Kalau tidak, dahulukan proses hukum dan kami tunda prona ini," kata Slamet.
LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv