LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 12 May
72178
Kategori Nasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Ubah Pohon Jadi Sumber Listrik, Bocah Ini Terus Sempurnakan Temuannya
Pelajar Naufal Raziq menempelkan lempengan pada pohon kedondong untuk mendapatkan Energi Listrik Nabati di Sekolah SMP Swasta Merdeka di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Aceh, Rabu (17/8/2016). ANT/Syifa Yulinnas.

Ubah Pohon Jadi Sumber Listrik, Bocah Ini Terus Sempurnakan Temuannya

Jakarta -- Naufal Raziq, penemu energi listrik dari pohon kedondong (Spondias dulcis Forst) terus berusaha menyempurnakan temuannya agar semakin bermanfaat dan berkelanjutan. Bocah berusia 15 tahun itu tengah mencari cara agar ada akselerasi daya pemulihan (recovery) energi listrik dari pohon kedondong secara optimal.

“Saya merasa saat ini energinya belum begitu stabil. Saya lakukan eksperimen dengan proses charging menggunakan baterai sebagai penyimpan daya sehingga energi dari pohon kedondong siang harinya dapat disimpan di baterei. Dan pada malamnya, energinya dapat kembali digunakan untuk menghidupkan lampu,” ujar Naufal di Jakarta, Kamis 11 Mei 2017.

Menurut siswa kelas III MTS Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam itu, percobaan sebelumnya, kemampuan pemulihan pohon kedondong membutuhkan waktu lama dan belum stabil. Saat ini, ia mengaku tengah terus melakukan uji coba dengan proses penyimpanan energi dari pohon kedondong ke charger baterai, lalu ke lampu, atau mirip proses solar cell.

“Saya berharap nyala lampu bisa stabil karena pada proses sebelumnya dengan langsung dari pohon ke lampu, energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop dan recovery secara alaminya labmat sekali,” terangnya.

Temuan energi listrik dari pohon kedondong yang biasa menjadi pagar halaman rumah warga di Langsa itu sederhana. Rangkaiannya terdiri atas pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda. Temuan Naufal itu menghasilkan daya sebesar 0,5-1 Volt per elektroda, yang dipasang pada rangkaian pohon kedondong.

Menurut Naufal, arus listrik yang dihasilkan sangat bergantung kepada kadar keasaman pohon. Lewat beberapa evaluasi dan perbaikan, pohon listrik itu telah menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Langsa, untuk pencahayaan malam hari.

"Saya senang sekali dan bangga penemuan saya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar," ujar remaja yang mengidolakan Mantan Presiden BJ Habibie dan penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison, ini.

Naufal mengaku, temuan energi listrik dari pohon kedondong butuh waktu cukup lama. Hal itu bermula saat dirinya mempelajari ilmu pengetahuan alam dan membaca, bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik.

“Saya juga uji coba pada buah kentang. Setelah itu, saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam. Akhirnya saya mulai melakukan eksperimen,” lanjutnya.

Naufal sempat melakukan eksperimen pada pohon mangga, namun nyatanya tidak layak. Dia pun mencoba beberapa jenis pohon lain. “Akhirnya saya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik,” ungkap Naufal.

Naufal menyebut, capaiannya itu tidak hanya dari sekolah, namun juga andil sang ayah. Kebetulan, ayah Naufal bernama Supriaman bekerja di bidang elektronika.

Supriaman mengatakan, saat ini sejumlah pihak tengah menjajaki kerja sama dalam pengembangan energi pohon listrik yang dikembangkan Naufal. Namun, Supriaman mengembalikan persoalan tersebut kepada PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero).

“Kalau mau kerja sama dengan Naufal, silakan berbicara dengan Pertamina EP karena aktivitas Naufal terkait pohon listrik ini juga berkat bantuan dari Pertamina EP Aset I Field Rantau," kata Supriaman.

Supriaman mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP yang telah mendukung penelitian anaknya. Termasuk, dukungan dalam bentuk beasiswa Naufal hingga kuliah. “Pertamina EP juga telah membantu pengurusan hak paten pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong dari Kementerian Hukum dan HAM,” jelas Supriaman.

Manajer Humas Pertamina EP, Muhammad Baron mengatakan, Pertamina EP Aset I Field Rantau bakal membantu pengembangan energi listrik dari pohon kedondong menuju skala yang lebih besar. Terutama, untuk menerangi kampung sekitar yang memang belum tersentuh jaringan listrik. Apalagi, Naufal memang berasal dari Tampur Paloh, dusun yang jauh di pelosok Aceh.

Menurut Baron, kisah Naufal adalah kisah sukses sinergi antara Pertamina dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Hal ini dinilai patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.

“Naufal ini discovery untuk bangsa. Kami akan mendukung apabila muncul Naufal lain dari wilayah kerja Pertamina EP lainnya demi kemandirian energi nasional,” kata Baron.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv