LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 May
7241

Tags

LAMPUNG POST | Tindak Spekulan Pangan
Ilustrasi tindak spekulan pangan. cdn.nusantaranews.co

Tindak Spekulan Pangan

PENAIKAN harga kebutuhan bahan pokok mendekati Ramadan menjadi fenomena rutin tahunan yang dihadapi masyarakat. Meski kondisi ini menimbulkan keresahan, pemerintah seolah tidak berdaya mengendalikan harga akibat ulah spekulan.
Masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, tentu merasa sangat diberatkan. Apalagi ketika kenaikan sudah di luar kewajaran. Penaikan harga kebutuhan pokok saat ini merata hampir semua kabupaten/kota.
Masih dua pekan jelang Ramadan, di tingkat pedagang, kenaikan harga sembako mulai terasa, seperti Pasar Natar, Lampung Selatan, beberapa harga komoditas mulai naik. Cabai merah dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu per kg pada Kamis (11/5/2017).
Kemudian, harga gula pasir pun naik dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp12.500 per kg. Harga telur juga perlahan naik, dari Rp18 ribu per kg menjadi Rp20.500 per kg. Makin mendekati Ramadan harga-harga tersebut amat mungkin terus terkerek naik.
Satuan Tugas Pangan Lampung wajib mengawasi distributor sembako untuk mengendalikan harga kebutuhan itu. Pemerintah berkewajiban menjaga stabilisasi harga pangan berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Masyarakat sebenarnya bisa memahami kalau kenaikan harga sembako terjadi pada pertengahan Ramadan atau menjelang Lebaran. Hal itu sah-sah saja karena kebutuhan meningkat. Biasanya pasca-Lebaran harga kembali stabil.
Namun, kenaikan kali ini jauh sebelum Lebaran, bahkan sebelum puasa. Ini yang membuat warga menjerit. Di sinilah pemerintah wajib turun tangan dengan mengupayakan berbagai cara agar stabilitas harga tercapai terutama menindak para spekulan.
Ketersediaan pangan harus menjadi perhatian pemerintah menjelang Ramadan. Satgas tidak cukup memantau dan mengawasi bersama dengan Bulog, tetapi juga harus menjamin stok benar-benar aman dan harganya tidak terus melejit.
Butuh solusi konkret dari pemerintah untuk mengakomodasi kepentingan pasokan stok plus pengendalian inflasi sembako yang boleh jadi makin menggila ketika momen Hari Raya tiba. Daya beli masyarakat bawah harus berada pada ambang aman.
Publik berharap pemerintah tidak terus-menerus membiarkan begitu saja aksi spekulan saat Ramadan hingga Hari Raya. Jika tidak ada ketegasan, masyarakatlah yang menanggung rugi di saat para spekulan pangan menimba pundi-pundi rupiah.
Menghadapi tekanan permintaan komoditas pokok tak melulu dari sisi ketersediaan stok. Pemerintah harus berlaku tegas pada spekulan alias memburu rente di saat hajat hidup orang banyak demikian tinggi seperti halnya masa Ramadan dan Idulfitri. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv