2017 2 May
4517
Kategori Lampung
Editor Winarko
Jalan tol trans-Sumatera Seksi II Ruas Sidomulyo—Kota Baru di Desa Sabahbalau, Lampung Selatan. (M UMARUDDINSYAH MOKOAGOW)

Terkendala Pembebasan Lahan, Tol Lematang-Kota Baru Terpaksa Sewa Lahan Warga

Bandar Lampung -- KESIAPAN jalur gate to gate (GTG) Lematang—Kota Baru terus dipercepat agar bisa dilalui saat arus mudik tahun ini. Salah satunya dengan upaya pemberian kompensasi atau sewa lahan milik warga yang masih melalui tahapan pemberian uang ganti rugi untuk pembangunan jalan tol.

Kepala lapangan PT Waskita Karya (WK), Rohman Hidayat, mengatakan kesepakatan kedua pihak dilakukan untuk percepatan pembangunan fisik jalan tol. “Ini berdasarkan yang mau saja, yang sudah pasti akan menerima pemberian uang ganti rugi dari pemerintah. Sambil melewati tahap tersebut, kami berikan kompensasi sewa lahan supaya bisa dibangun duluan sebelum uang ganti rugi dari pemerintah cair,” kata dia, Senin (1/5).

Kompensasi sewa lahan supaya bisa dibangun duluan sebelum uang ganti rugi dari pemerintah cair sehingga GTG bisa digunakan saat mudik tahun ini.

PT WK sebagai salah satu kontraktor pengembang jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni—Terbanggibesar Km 39+400 sampai 80+000, memprioritaskan sewa lahan pada lokasi untuk mendukung kesiapan GTG saat Lebaran nanti.

“Ya semua prioritas kami, tetapi GTG ini yang utama. Istilahnya curi start dengan sewa ini. Kami juga tidak sembarangan, kami tawarkan dulu kepada pemilik lahan, kalau tidak bersedia disewa, ya tidak kami lanjutkan pembangunannya,” katanya.

PT WK menggunakan dana pribadi untuk menyewa lahan 50 warga dan dikerjakan, sambil menunggu penyaluran uang ganti rugi dari Kemenpu-Pera. “Harganya bervariasi sambil menunggu proses tahapan di BPN dan Kemenpu-Pera. Ini pun masih banyak yang belum mau disewa,” ujarnya.

Meskipun mendahului proses pembayaran dari Pemerintah Pusat, pihaknya menjamin uang ganti rugi yang merupakan hak warga tidak akan berkurang. “Sudah kami berikan pengertian, jangan takut dikurangi. Kami sudah jelaskan, akhirnya beberapa ada yang setuju.”

Dukung Percepatan

Sementara itu, PT Hutama Karya (HK) selaku badan usaha milik negara (BUMN), yang merupakan koordinator utama pengerjaan JTTS, mengapresiasi langkah PT WK untuk bisa mengejar target pembangunan tol. Wakil pimpinan proyek PT HK, Fakhrudin Hariyanto, mengatakan langkah menyewa lahan warga yang belum selesai proses pembebasan lahan tersebut diambil semata-mata untuk mempercepat proses pembangunan jalan tol.

“Sebenarnya itu sudah masuk rencana pembebasan lahan, tetapi biasanya kan perlu proses. Artinya, proses itu kan dalam pembebasan lahan, ada musyawarah, dan hal-hal yang belum disepakati antara pemerintah dan masyarakat, lahan itu bisa kami sewa, asalkan pemiliknya mau sehingga kami bisa langsung ke pekerjaan konstruksi. Itu salah satu win-win solution,” ujar Fakhrudin, kemarin.

Sebelumnya, staf khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suhendra Ratu Prawiranegara saat meninjau lokasi pembangunan JTTS ruas Bakauheni—Terbanggibesar di Sabahbalau, Lampung Selatan, tengah pekan lalu, memastikan jalur tol GTG Lematang—Kota Baru dapat digunakan saat Lebaran nanti.

“Ini (jalan tol) sebagai alternatif bukan difungsikan sebagai jalur utama. Secara keamanan dan teknis sudah siap,” ujarnya.

Dengan persiapan yang telah mencapai 90% lebih, ruas ini dapat dilintasi sebagai jalur Lebaran. “Sudah siap GTG dengan kondisi 12—13 km total jalan, termasuk jalan aksesnya,” kata dia.

Kemudian, jalur lain yaitu titik 0—8,9 km di Bakauheni dan GTG Tegineneng—Branti tidak ditarget bisa dilalui. “Khusus Bakauheni mungkin dalam keadaan tertentu, misalnya, kemacetan luar biasa di jalan nasional bisa difungsikan sebagai jalur emergency.”

BAGIKAN


loading...