LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 May
1467
Kategori Nuansa
LAMPUNG POST | Tanam Pohon (Lagi)
Dian Wahyu Kusuma, wartawan Lampung Post

Tanam Pohon (Lagi)

 

 

 

MENANAM pohon cukup lazim saat ada seremoni pejabat-pejabat teras melangsungkan hajat di momen berharga. Biasanya di depan kantor, halaman sekolah, kampus, atau di ruang terbuka hijau. Menanam pohon juga kerap dilakukan di pesisir pantai untuk mencegah pengikisan bibir pantai.

Aksi menanam pohon rasanya cukup ironi bila kita sandingkan dengan melihat kota-kota yang gersang. Matahari yang makin terik karena jumlah kendaraan yang meningkat juga penerbangan yang makin banyak. Asap pun bertebaran di mana-mana.

Rasanya ketersediaan akan pohon makin hari harusnya menjadi prioritas. Beberapa hari ini bahkan saat cuaca di luar makin panas, mesin pendingin udara di ruang kantor tidak begitu terasa sejuk seperti biasanya.

Sebagian kota yang sudah menanam banyak pohon di ruang pinggir atau median jalan layak diapresiasi. Apalagi, CSR perusahaan kadang ikut andil dalam merawat tanaman dengan teknologi menyiram tanaman dengan alat—springkel.

Saya menulis ini karena sebagian ruas jalan yang ada di Bumi Ruwa Jurai ini mulai terjadi penebangan pohon, yang sepertinya belum diganti dengan penanaman pohon baru lagi. Lihat saja ruas jalan yang akan dijadikan jalan layang (flyover), pohon-pohon ditumbangkan. Ditambah lagi, beralih status taman hutan kota yang mulai dilirik investor menjadi pusat perbelanjaan mewah.

Rasanya kota ini makin panas. Coba saja bagaimana rasanya memarkir kendaraan dalam jangka lama yang di bawahnya ada pohon dibandingkan dengan yang tidak, pasti terasa berbeda. Panasnya minta ampun kalau kendaraan kita terparkir tanpa ada pohon di sekitarnya.

Apa perlu pemimpin berikutnya di kota ini adalah arsitek? Rasanya kota akan menjadi asri dengan desain cantik nan indah dari besutan jemari arsitek. Tetapi apa iya, rancangan taman di kota ini tanpa arsitek. Saya lihat masih ada taman-taman yang dibuat asalan atau malah tidak terawat. Kalau berpikir jauh lagi, apa benar pimpinan kota sengaja tidak membuat indah taman lantaran ketika warga mendapatkan tempat nyaman dan gratis, mal atau pusat perbelanjaan menjadi sepi?

Kabar baiknya, ketika pemberitaan sebelumnya ada perbaikan fasilitas untuk Pasar Seni, yang bisa juga mestinya menjadi pusat taman di Bandar Lampung. Ini pasti menjadi tempat favorit warga yang bisa menghilangkan penat dari aktivitas bekerja atau sekolah lima sampai enam hari dalam sepekan dengan gratis.

Masih tentang pohon, di Bandar Lampung, sepengetahuan saya menyisiri lalu lintas, pepohonan baru ada di median Jalan ZA Pagaralam sampai Teuku Umar, Jalur dua Way Halim dan Korpri, dan ada di jalan dekat Terminal Rajabasa menuju pul DAMRI. Bahkan dari Bandar Lampung menuju Bandara Radin Inten II, pohon baru terlihat hanya di median jalan sekitar bandara.

Nah, Lampung sedang membuat jalan tol yang pengerjaannya telah menebang hutan karet, menerabas sawah, dan pepohonan warga. Kira-kira bagaimana kondisinya, apakah akan ditanami pepohonan di pinggir jalan bebas hambatan itu?

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv