LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 May
1997
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Surplus Air, Indeks Pertanaman Lampung Naik Jadi 1,8
Perbaikan irigasi menyebabkan Lampung surplus air dan hal itu berimbas pada naiknya indeks pertanaman di Lampung. (Dok.Lampost)

Surplus Air, Indeks Pertanaman Lampung Naik Jadi 1,8

BANDAR LAMPUNG--Rehabilitasi besar-besaran jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier pada 2016 membuat Provinsi Lampung surplus air pertanian. Dampaknya, indeks pertanaman naik dari 1,5 menjadi 1,8. Kenaikan itu membuat Lampung optimistis mampu memenuhi target produksi padi 2017 dari Kementerian Pertanian RI yakni 4,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, mengatakan kunci sukses pertanian ada pada ketersediaan air. Itu sebabnya, ketika mendapat amanat meningkatkan produksi padi hingga 4,4 juta ton, Gubernur  berjibaku ke pusat agar seluruh jaringan irigasi di Lampung diperbaiki.

"Tingkat kebocoran saluran irigasi di Lampung itu cukup tinggi yakni 30%. Tidak ada cara lain, kecuali harus direhabilitasi. Jika tidak, berapa pun debit air pasti habis di tengah jalan. Ini menyulitkan pencapaian target produksi," kata Gubernur dalam siaran persnya, Kamis (18/5/2017).

Lobi intens yang dilakukan Ridho ke pusat, termasuk ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman, membuat Lampung mendapat gelontoran dana fantastis pada 2016 sebanyak Rp163,8 miliar. Dana itu dipakai untuk memperbaiki 16 dari 19 daerah jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Provinsi Lampung. Daerah jaringan itu tersebar di Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Barat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki kewenangan mendistribusikan air ke 21.045 hektare lahan pertanian.

Dari hasil perbaikan di 2016, kini Pemprov Lampung tinggal membenahi empat daerah jaringan irigasi tersisa. Pada 2017, tiga daerah tersebut yakni daerah irigasi (DI) Semangko Tanggamus, DI Kalipasir Lampung Timur, dan DI Way Kandis Lampung Selatan, dan DI Way Napal Pesawaran.

"Targetnya seluruh jaringan irigasi dapat diperbaiki tahun ini. Bahkan Pemprov Lampung mengusulkan penambahan empat daerah irigasi baru di Lampung Timur dan Lampung Barat. Kemudian dua rawa di Lampung Timur dan Lampung Barat, sehingga ada 10 ribu hektare lagi lahan yang indeks pertanamannya bisa ditingkatkan," kata Ridho.

Selain perbaikan jaringan irigasi, Gubernur Lampung juga membuat teroboson pemakaian air dengan menerbitkan Peraturan Gubernur No.G/119.a/III/HK/2015 tentang Penetapan Pola Tanam dan Penggunaan Air Iringasi. Lewat Peraturan Gubernur itu, diterapkan efisiensi penggunaan air irigasi per hektare yang semula 1,9 liter per detik per hektare menjadi 1,5 liter per detik per hektare.

"Pengaturan debit air ini membuat makin banyak lahan yang bisa ditanami, sehingga indeks pertanaman meningkat. Ini yang membuat produksi padi ikut meningkat," kata Ridho.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv