LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 6 May
10954
Kategori Humaniora
Penulis Ahmad Sobirin
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Senangnya Menjadi Guru Paud Di Tubaba
Siti Hauliah (membawa tropi) berpose dengan kepala bidang Paud Tubaba, Mujiono (dua dari kanan) sebagai apresiasi atas prestasinya menjadi guru teladan tingkat TK se-kabupaten Tubaba tahun 2017. (Ahmad Sobirin)

Senangnya Menjadi Guru Paud Di Tubaba

Panaragan -- Siti Hauliah (30) adalah salah satu sosok pengajar Pendidikan anak usia dini (Paud) berprestasi di kabupaten Tulangbawang barat. Pada tahun 2017, ia menjadi juara dua guru berprestasi tingkat Taman kanak-kanak (TK) se-kabupaten Tubaba.

Dengan bangga ia menjujung trofi besar anugerah tertinggi bagi guru Paud dari pemerintah daerah setempat saat diminta Lampost.co berfoto bersama kepala bidang Paud Kabupaten Tubaba, Mujiono di halaman kampus Universitas Terbuka S1 Paud kelompok belajar Kabupaten Tubaba, Pulungkencana, Sabtu (6/5/2017).

Usai pengambilan dokumentasi pembuatan buku HUT Lampung Post bertemakan Paud, Siti Hauliah kepada Lampost.co mengisahkan suka dukanya menjadi pengajar Paud selama kurun waktu lima tahun disebuah TK swasta milik salah satu yayasan di tiyuh Pulungkencana.

Diakui Hauliah, menjadi seorang guru Paud tidak terlepas dari berbagai pengalaman suka dan duka dalam mendidik anak-anak yang masih dibawah umur. Menurutnya guru Paud tidak hanya berhubungan dengan anak murid saja tetapi juga berhubungan langsung dengan orang tuanya, untuk itu dibutuhkan komunikasi yang baik antara wali murid dan guru.

"Kebahagian bagi saya bisa diterima oleh wali murid dan anak-anak selama mengajar disini, dan prestasi ini karena komunikasi yang terjalin baik selama ini antara guru, siswa dan lembaga," ujar mahasiswi PGSD semester akhir ini.

Ia menambahkan berkat semangat, sabar, bahkan harus tabah menghadapi anak-anak dan kepercayaan orang tua murid, ia bangga jika dalam mendidik anak-anaknya. "Terbalas dengan cepat bisa membaca, menulis, mengerti sopan santun dan lain sebagainya," ujarnya.

Diminta menceritakan pengalaman dukanya, Hauliah mengatakan cukup bersyukur dengan apa yang ia jalani saat ini, yang menurutnya masih baik dibandingkan dengan rekan-rekan seprofesinya di Paud lainnya.

"Jika diukur dari sejahtera, saya sudah cukup senang bisa mengabdi dan mengamalkan ilmu saya disini meski upahnya jauh di bawah UMR, masih lebih baik dari pada rekan-rekan di daerah lain yang sebulanya hanya bergaji Rp150.000 sampai Rp200.000 saja dengan beban yang sama," ujarnya.

Untuk itu ia berharap kepada pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah agar bisa memperhatikan kesejahteraan para guru dimulai dari guru honorer ditingkat Paud.

"Mudah mudahan saja kedepan ada program semacam itu, atau beasiswa kuliah karena guru Paud diharuskan S1," kata dia.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv