LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 March
5930
Kategori Lampung
Penulis Hari Supriyono
LAMPUNG POST | Satnarkoba Polres Lampura Gerebek Gubuk Tempat Transaksi Narkoba
Ilustrasi kasus narkoba. dok. lampost.co

Satnarkoba Polres Lampura Gerebek Gubuk Tempat Transaksi Narkoba

KOTABUMI -- Satnarkoba Polres Lampung Utara menggerebek sebuah gubuk yang dijadikan tempat transaksi narkoba di Desa Blambangan Pagar, Blambangan, Lampung Utara, Jumat (17/3/2017), sekitar pukul 17.30.
Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan seorang bandar sabu dan tiga warga yang hendak bertransaksi. Dari lokasi itu juga disita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 27 paket ukuran sedang siap edar.
Keempat tersangka yang diamankan, yakni Arya Kusuma (25), warga Desa Blambangan Pagar, Blambangan, Lampung Utara yang diduga sebagai bandar, Sarwani (51); Budiman; dan Feri Irawan (24). Kini keempatnya telah diamankan di kantor Malpores setempat.
Kasat Narkoba Polres Lampung Utara Iptu Andre Gustami ketika dimintai keterangan di raungan kerjanya, Sabtu (18/3/2017), mengatakan penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah gubuk di tengah kebun bambu milik warga kerap dijadikan untuk ternsaksi narkoba jenis sabu.
”Alhasil dari penggerebekan itu petugas mengamankan empat orang warga dan salah satunya diduga bandar narkoba jenis sabu,” ujarnya.
Kasat Narkoba juga menjelaskan, dari tangan salah seorang diduga bandar sabu, yakni Arya Kusuma, pihaknya menyita barang bukti sebanyak 27 paket sabu siap edar. Dari 27 paket sabu itu dijual bervariasi. Untuk 12 paket diketahui dijual sehrga Rp200 ribu dan 15 paket sabu lain seharga Rp300 ribu. Kini ke-27 paket sabu diamankan untuk dijadikan barang bukti.
”Pihaknya telah menetapkan tersangkan Arya Kusma sebagai pemilik sabu dan untuk ketiga orang lain hingga saat ini masih diperiksa petugas,” ujar dia lagi.
Hasil pemeriksaan tersangka Arya Kusuma, ia hanya mengakui disuruh menjual sabu. ”Barang sebanyak 27 paket sabu tersebut milik seorang bandar besar berinisial FR dan saya hanya disuruh untuk menjualkan saja,” kata Ande Gustami menirukan penuturan tersangka.
Tersangka Arya Kusma juga mengakui sudah lama untuk menjajakan sabu dan setiap bertransaksi dilakukan di sebuah gubuk di tengah kebun bambu dan pera pembeli sendiri datang langsung. ”Para pembeli rata-rata orang-orang dewasa yang beralamat di dua kecamatan, yakni Blambangan dan Abung Selatan,” kata Andre menirukan penuturan tersangka.
Sedangkan untuk tiga orang yang sempat diamankan tersebut, apa bila mereka terlibat, akan diproses, tapi jika tidak, mereka akan dilepas. ”Dalam penanganan kasus ini pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna menangkap para pemasok sabu untuk wilayah Lampung Utara,” tegasnya.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv