LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 3 May
5387
Kategori Lampung
Penulis Febi Herumanika
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Rusak Halaman Orang, 5 Bersaduara Diadili
Abdul Razak Danny Ibrahim, siambil sumpahnya dalam sidang pengrusakan di halam rumahnya, Rabu (3/5/2017). (Foto:Lampost/Febi)

Rusak Halaman Orang, 5 Bersaduara Diadili

BANDAR LAMPUNG--Berulang kali melakukan pengrusakan, lima warga Kecamatan Tanjungkarang Timur, yang masih satu keluarha diadili di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (3/5/2017).
Kelima orang yang merupakan satu keluarga ini pun ditahan, karena melakukan pengrusakan paving blok dan lantai dari semen di halaman milik Abdul Razak Danny Ibrahim, di daerah Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjungraya, Kecamatan Tanjungkarang Timur.

Rumah yang dirusak itu merupakan eks kantor partai Demokrat Kota Bandar Lampung. Atas kelakuan kelima terdakwa, kelimanya di dakwa dengan Pasal 170 ayat 1 KUHP Jo.Pasal 64 ayat 1 KUHP serta Pasal 406 ayat 1 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Adapun ke-5 terdakwa yang dimajukan ke meja hijau oleh saksi pelapor, yakni Basri (65), Syaptoni (37), Yodi Abdul Aziz (33), Rohman (19) dan Rohim (19). Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko, pada 29 Mei 2016 sekitar pukul 07.30 WIB, terdakwa Basri bersama menantu dan anaknya, mendatangi halaman rumah korban untuk melakukan pembongkaran paving blok. Pembongkaran dilakukan para terdakwa, lantaran akan mendirikan sebuah bangunan di atas lahan tersebut.

Lalu terdakwa Basri memerintahkan empat terdakwa lainnya untuk membongkar paving blok tersebut dengan menggunakan cangkul dan linggis yang sudah disiapkan. Sedangkan Basri hanya mengawasi.

Korban yang melihat itu, lalu meminta bantuan pihak kepolisian untuk datang. Dan ketika polisi datang, paving blok yang terpasang di halaman rumah korban sudah dibongkar dan digali tanahnya seluas kurang lebih 0,5m x 8m.
Beberapa bulan kemudian, terdakwa Basri, kembali mendatangi halaman rumah korban dan kembali merusak garasi mobil milik korban dan meletakkan tumpukkan batu dan genteng didepan pagar halaman sehingga menutup akses jalan.

Pada persidangan Jaksa Eko menghadirkan saksi korban Abdul Razak Danny Ibrahim. Dalam kesaksian korban, mengatakan bahwa paving blok yang dirusak para terdakwa memiliki sertifikat. Perbuatan para terdakwa ini sudah berulang kali. Waktu laporan pertama di Polresta Bandar Lampung.

"Sempat diadakan rembuk. Namun, setelah itu, Basri kembali melakukan pengrusakan, sehingga saya laporkan kembali ke Polresta," kata dia.

"Atas dasar apa mereka bersauda mengatakan lahan itu milik mereka, surat-suratnya lengkap kami punya dan ini saya pegang lengkap, yang menyewa dulu Demokrat mereka juga sewa sama saya ," kata korban.

Sementara itu, Jaksa Eko, membenarkan sempat ada dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polresta Bandar Lampung. Namun, karena kasus dan terdakwa yang sama, maka perkara dijadikan satu. "Waktu P-19 (berkas dikembalikan dari jaksa ke penyidik polisi), saya minta perkara ini dijadikan satu SPDP saja," kata dia.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv