LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 3 May
8319
Kategori Lampung
Penulis Yon Fisoma
LAMPUNG POST | Ratusan Petani Ngambur Keluhkan Ketidakadilan Suplai Air
Ilustrasi pintu air irigasi. arsip.tembi.net

Ratusan Petani Ngambur Keluhkan Ketidakadilan Suplai Air

KRUI -- Ratusan petani di Banjarnegeri, Pekon Negeriratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat mengeluh . Pasalnya meski di tempat itu terdapat bendungan Way Mendati yang berada di wilayah Pekon Mon kecamatan setempat  ,yang mampu mengairi ribuan hektare sawah, akibat ulah segelintir oknum yang mengendalikan pintu air di saluran irigasi primer , ratusan petani yang sawahnya berada di bagian hilir selama bertahun-tahun  kesulitan mendapat pengairan.bahkan ada yang hanya mengandalkan hujan yang turun.
Pemantauan Lampung Post di lokasi, Senin (1/5/2017), pada bagian hulu irigasi tersebut para petani telah selesai membajak sawah mereka dan telah siap untuk ditanami padi. Namun di bagian hilir banyak lahan sawah yang kekeringan dan belum digarap sebab tidak ada suplai air.
Menurut petani setempat, hal seperti itu telah terjadi selama bertahun-tahun. Ratusan pemilik sawah di areal pertanian irigasi tersebut tidak mendapat pengairan yang cukup di antaranya sawah milik Arliyani, Murdina, Herman, Ardi, Naser, Joni, Hendamayu, Bram, Afit, Resan, Udin, dan ratusan petani lainnya. Penyebabnya akibat ulah oknum warga , Aw, Sp, Mr, yang bertugas mengendalikan saluran air irigasi di tempat itu.
"Kalau sawah mereka (Aw,  Sp, Mr) dan keluarga keluarga mereka sudah selesai dialiri air , maka pintu air yang menuju ke sawah kami di sini ditutup mereka. Tidak peduli apakah kami masih butuh air atau tidak. Seperti sawah milik Ardi dan Resan meski bisa dijangkau air irigasi tersebut , karena kondisinya seperti ini, mereka hanya mengandalkan air hujan alias sawahnya berubah menjadi sawah tadah hujan, saya dan ratusan petani di sini merasakan hal ini selama bertahun-tahun," kata seorang petani ditempat itu, yang enggan disebut namanya.
Petani di tempat itu berharap Pemkab melalui Dinas Pertanian segera turun ke lokasi dan mengatasi hal tersebut. Pasalnya akibat kekurangan air panen disawah mereka tidak maksimal , belum lagi ada serangan hama penyakit padi yang kadang kerap terjadi.
"Petugas penyuluh petanian di sini juga sepengetahuan saya belum pernah turun ke lapangan , kami ingin menyampaikan keluhan ini," tambah dia.
Memang ada sesekali kata dia, bantuan bibit padi dan pupuk dari pemerintah kepada petani setempat namun tidak gratis. "Ya kalau bibit padi , satu karung bantuan bibit pemerintah ditukar dengan padi hasil panen kami di sini satu karung juga, kalau pupuk saya baru dapat satu kali itu juga kami membeli murah Rp25 ribu per sak," kata dia.
Kabid Sarana Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pesisir Barat Bukhroni Hakim  kepada Lampung Post ditemui di kantornya , Selasa (2/5/2017), mengatakan untuk  luas areal sawah yang mendapat aliran irigasi Way Mendati berdasarkan catatan dinas ,  pihaknya harus melihat data yang ada terlebih dahulu. Meski demikian dengan adanya keluhan para petani di tempat tersebut yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan memenuhi pengairan sawah mereka akibat ulah segelintir oknum yang mengendalikan pintu saluran irigasi pertanian di tempat itu, pihaknya segera akan mengatasinya.
"Mengenai luas sawah yang bisa diairi berapa , saya harus melihat data dahulu. Tentang keluhan petani tindakannya kami akan melakukan koordinasi dengan UPT Pertanian Kecamatan Ngambur dan penyuluhnya. Apa langkah yang akan diambil. Di situkan ada penyuluh dan kepala UPT-nya, apakah kemudian kami langsung yang turiu ke lokasi atau cukup petugas penyuluh dan UPT saja. Inikan menyangkut hajat hidup orang banyak ya jelas harus kami tindak lanjuti," kata Bukhroni.
Disinggung tentang bantuan pemerintah kepada petani yang tidak gratis seperti pupuk dan bibit padi, Bukhroni mengatakan meski itu bukan bidangnya, sepengetahuan dia, kalau bantuan pupuk memang petani membeli dengan harga murah, bantuan bibit padi dan obatan gratis. Meski tidak ada nominal, bergantung pada kesepakatan saja petani bisa membantu ongkos transportasi pengangkutan bantuan itu .

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv