LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 26 March
6012
Kategori Lampung
LAMPUNG POST | Polres Way Kanan Ingatkan Truk Lebihi Tonase Patuhi UU
Anggota Polres Way Kanan mengecek lokasi stockpile atau penyimpanan sementara batu bara milik PT Pasifik Global Utama cabang Muaraenim di depan SPBU Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumsel. Polisi masih menemukan kegiatan pengisian dump truck dengan muatan

Polres Way Kanan Ingatkan Truk Lebihi Tonase Patuhi UU

WAY KANAN -- Kepolisian Resor (Polres) Way Kanan akan menindak tegas semua jenis truk yang mengangkut bahan tambang seperti batu bara, pasir, jenis batu lainnya melampaui tonase. Dasar hukum penindakan menggunakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kapolres Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto mengatakan maraknya kendaraan dump truck, tronton, dan Fuso batu bara yang mengangkut muatan melebihi tonase mempercepat kerusakan jalan nasional dan jalan provinsi. Masyarakat pun resah karena kendaraan tersebut sering melakukan konvoi.

Tidak tanggung–tanggung, konvoi dump truck atau Fuso batu bara yang melintas dari perbatasan Martapura di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, menuju Way Kanan bisa lebih dari 10 kendaraan. "Sekali konvoi lebih dari 15 tronton," kata Yudy Chandra, Sabtu (25/3/2017).

Bukan hanya menimbulkan kemacetan, konvoi truk batu bara juga menimbulkan polusi udara dan rawan memicu kecelakaan. Belum lagi jalan dan jembatan mengalami kerusakan yang lebih parah. Oleh karena itu, ujarnya, Pemprov Lampung menyatakan kegiatan pengangkutan batu bara menggunakan dump truck, tronton, dan Fuso yang melebihi tonase akan ditindak tegas sesuai UU No. 22/2009.

Terkait hal tersebut, Polres Way Kanan sudah mengimbau seluruh pemilik kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di Jalinsum. Imbauan juga disampaikan kepada para pemilik lokasi penyimpanan sementara batu bara (stockpile) di Martapura agar mereka menggunakan truk kecil saat melintasi jalan raya di Lampung.

"Tadi malam ini kami melihat langsung lokasi stockpile atau penyimpanan sementara batu bara PT Pasifik Global Utama cabang Muaraenim di depan SPBU Martapura. Kami melihat masih banyak kegiatan pengisian muatan mobil dump truck dengan muatan 30 sampai 40 ton," ujarnya.

Sebelumnya, para pengusaha angkutan batu bara yang tergabung Ikatan Pengusaha Angkutan Lampung (IPAL) membantah pihaknya menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Wakil Ketua IPAL Hendri menyebutkan selain angkutan bertonase berlebih, kerusakan juga akibat infrastruktur jalan yang kurang baik.

"Saya ambil contoh lintas tengah yang sering dilewati 30—40 truk angkutan batu bara dengan daya angkut 28—30 ton, jalannya cukup bagus. Sebaliknya lintas timur yang tidak dilewati truk angkutan batu bara kondisinya hancur," ujarnya saat berkunjung ke Lampung Post, Jumat (24/3) malam.


BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv