LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 May
10118
Kategori Lampung
Penulis Agus Susanto
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Perluasan Kandang Demi Percepat Perkembangbiakan Badak Sumatera
Badak Delilah, anak kedua dari Andalas dan Ratu, merayakan ulang tahun pertama di Suaka Rhino Sumatera TNWK, Jumat (12/5/2017). (Foto:Lampost/Agus Susanto)

Perluasan Kandang Demi Percepat Perkembangbiakan Badak Sumatera

SUKADANA--Keberhasilan penangkaran badak Sumatera di habitat aslinya di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas, meruapakan keberhasilan konservasi yang telah lama dinantikan. Puluhan tahun menanti, akhirnya berhasil juga hewan tergolong langka ini berbiak. Tak cuma satu, tapi sudah dua kali memberikan keturunan.

Badak Andalan dan Ratu telah membuahkan hasil Andalas dan adiknya, Delilah yang hari ini (12/2/2017), berusia setahun.

Keberhasilan itu pun membuat perluasan kandang Badak di TNWK yang sebelumnya 100 hektare, saat ini TNWK menambah luasan seluas 150 hektare, dengan alasan agar habitat Badak yang ditangkarkan bisalebih  cepat berkembang biak.

Kepala Yayasan Badak Indonesia (Yabi) Widodo Ramono, saat menghadiri ulang tahun anak badak Delilah pertama si SRS, Jumat (12/5/2017),  menjelaskan saat ini badak yang ada di penangkaran sejumlah 7 ekor, didalam kandang seluas 100 hektare dengan dibatasi pagar besi yang dialiri setrum DC. Umumnya, satu ekor badak harus memiliki keluasan kandang 20 hektare, selain itu untuk menjaga agar badak tidak kawin dengan satu darah sehingga harus diperluas kandang atau tempat penangkaran
"Perluasan kandang badak baru ini dana bersumber dari luar negeri dan APBN," ujar Widodo tanpa mau menyebutkan jumlah nominal proyek.

 

Berdasarkan tahapan tahapan yang telah dilalui, pada 27 September 2016 telah ditetapkan areal SRS yang akan dikembangkan seluas 250 hektarw berdasarkan SK Dirjen KSDAE No. SK.307/SET/KUM.0/9/2016. Selanjutnya dilakukan pembentukan tim, pembuatan DED yang telah disahkan oleh Sekjen KLHK pada 6 Januari 2017. Dan pelelalangan pekerjaan. Perluasan sarana dan prasarana dan infrastruktur SRS.

 Karena kondisi badak SRS saat ini telah melampaui dari kapasitas kandang yang tersedia. Selain itu, emat individu badak yang ada di SRS satu sama lainnya memiliki kekerabatan genetik yang saling berdekatan yang berpotensi terjadinya perkawinan sedarah yang membhayakan bagi badak.
Sarana penting lainnya dinilai belum optimal seperti laboratorium dan pusat informasi, sehingga hal itu yang melatar belakangi perluasan areal SRS, jelas Widodo.

Kedepannya, kata Widodo, jika habitat badak yang ada dalam penangkaran sudah berkembang biak melebihi kapasitas 250 hektare areal penangkaran, maka badak-badak tersebut akan dilepas liarkan didalam hutan bebas TNWK. "Saat ini badak yang ada di luar penangkaran atau di hutan bebas TNWK ada 35 ekor," terang Widodo.

Badak-badak yang ada di TNWK terancam punah jika tidak dilakukan pengawasan yang maksimal, meskipun patroli pengamanan habitat dari berbagai aktivitas ilegal secara rutin dilakukan, hal tersebut dinilai belum cukup untuk mencapai target bersama yaitu peningkatan populasi badak Sumatera di alam. Oleh karena itu, dibentuk Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang ditujukan untuk implementasi program in-situ captive breeding. SRS telah menjalankan program konserva in-situ captive sejak tahun 1996.

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv